Misbakhun Tegaskan Partai Golkar Bagian dari Kekuasaan, Kader Harus Beri Manfaat

Misbakhun Tegaskan Partai Golkar Bagian dari Kekuasaan, Kader Harus Beri Manfaat

KETUA Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan Partai Golkar merupakan bagian dari kekuasaan. Karena itu, keberadaan kader Golkar di berbagai tingkatan pemerintahan harus mampu diterjemahkan menjadi karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan kader senior Partai Golkar usai menggelar reses bersama kader Partai Golkar Kabupaten Pasuruan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Minggu (9/8/2026) siang.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan seluruh kader agar tidak sekadar hadir sebagai bagian dari struktur partai, tetapi juga menunjukkan kontribusi melalui kerja dan pengabdian.

Menurut Misbakhun, prinsip tersebut sejalan dengan ideologi Partai Golkar yang mengedepankan karya dan kekaryaan. Kader Golkar, kata dia, harus mampu menunjukkan keterlibatan dalam pemerintahan untuk tujuan utama memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Golkar di mana pun posisinya adalah bagian dari kekuasaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, saatnya memberikan manfaat,” kata Misbakhun, dikutip dari Tribunnews.

Ia menilai posisi tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bagi seluruh kader. Terlebih, Partai Golkar memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan politik yang berada dalam pemerintahan.

Karena itu, Misbakhun meminta kader Golkar Kabupaten Pasuruan memperkuat konsolidasi dan membangun kekompakan. Menurutnya, soliditas organisasi menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

“Kalau kita tidak berkonsolidasi, tidak mungkin bisa menambah kursi. Kita butuh kerja keras dan kerja cerdas,” tegasnya.

Misbakhun menyebut Partai Golkar Kabupaten Pasuruan saat ini memiliki enam kursi DPRD Kabupaten Pasuruan yang tersebar di enam daerah pemilihan.

Namun, hasil tersebut dinilai masih belum maksimal karena belum ada satu pun kader Golkar yang mampu menempati posisi pertama maupun kedua dalam perolehan suara di masing-masing dapil.

Kondisi tersebut, menurut dia, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pemicu bagi seluruh kader untuk bekerja lebih serius menjelang Pemilu 2029.

READ  Nur Purnamasidi Cek Langsung Pemanfaatan Dana PIP, Orang Tua Diingatkan Jangan Salah Gunakan

“Kita harus siap memperbaiki kinerja. Dari enam dapil, tidak ada satu pun Golkar yang merebut peringkat satu atau dua. Kita masuk bukan karena suara kita penuh,” ujarnya.

Ia pun meminta konsolidasi tidak berhenti pada pertemuan formal. Seluruh kader diminta lebih sering turun dan bertemu dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi di tingkat desa hingga kecamatan.

Misbakhun juga mendorong kader menunjukkan kebanggaan sebagai bagian dari Partai Golkar. Salah satunya dengan mengibarkan bendera partai di lingkungan masing-masing sebagai simbol keberadaan dan identitas organisasi.

“Saya ingin memberikan kebanggaan menjadi kader Golkar. Jangan masih malu atau sungkan dicap sebagai orang Golkar,” katanya.

Menurut Misbakhun, penguatan struktur partai juga harus dibarengi dengan kemampuan kader membaca kebutuhan masyarakat.

Golkar tidak boleh hanya sibuk mengurus kepentingan internal, tetapi harus mampu menunjukkan peran melalui kebijakan dan program yang dirasakan langsung masyarakat.

“Kita tunjukkan Golkar di pemerintahan seperti apa. Karena kita ada bagian dari kekuasaan. Saatnya memberikan manfaat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan Nik Sugiarti menyampaikan konsolidasi tersebut menjadi salah satu agenda terbesar yang digelar partainya. Sekitar 2.000 kader inti hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Nik, ribuan kader yang hadir merupakan bagian dari mesin partai yang akan bergerak bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

“Ini agenda terbesar di DPD Partai Golkar. Sekitar 2.000 kader Partai Golkar hadir hasil konsolidasi Muscab dan Musdes juga sudah selesai semua,” ujar Nik.

Ia menambahkan, konsolidasi struktur tersebut menjadi modal untuk mempersiapkan agenda politik menuju Pemilu 2029. Seluruh kader didorong bergerak dalam semangat kolaborasi, baik di internal partai maupun dengan berbagai pemangku kepentingan.

READ  Pasien BPJS Dihina Nakes hingga Meninggal, Maharani Desak Evaluasi Total Rumah Sakit

“Kami yakin konsolidasi solid dan transformasi gerakan wajib kolaborasi lintas stakeholder untuk siap menyongsong Pemilu 2029,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan juga membagikan sekitar 4.300 bendera yang dibagikan ke pengurus di tingkat kecamatan dan desa.

Pembagian atribut tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas sekaligus menunjukkan keberadaan Partai Golkar hingga tingkat akar rumput. Bagi Golkar Kabupaten Pasuruan, konsolidasi bukan sekadar upaya menyiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Lebih dari itu, kata Nik, konsolidasi ini diharapkan menjadi sarana memastikan kader yang berada di pemerintahan dapat benar-benar menjalankan prinsip karya dan kekaryaan.

Dengan begitu, keberadaan Golkar tidak berhenti pada perolehan kursi politik, tetapi juga dapat diukur dari seberapa besar karya dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. []

CATEGORIES
TAGS
Share This