Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Buka Skema Bapak Angkat untuk Perkuat Barito Putera

Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Buka Skema Bapak Angkat untuk Perkuat Barito Putera

PENANDATANGANAN kontrak pemain dan official Barito Putera di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (8/8/2026) malam, bukan sekadar seremoni menyambut musim baru.

Bagi CEO sekaligus owner Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, pemilihan Mahligai Pancasila sebagai lokasi acara sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali identitas Laskar Antasari sebagai klub milik masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hasnur mengatakan, selama ini masih ada anggapan bahwa Barito Putera merupakan klub milik kelompok atau keluarga tertentu. Dia menegaskan pandangan tersebut tidak tepat.

“Selama ini ada salah paham. Dipikir kalau Barito Putera milik segelintir orang, golongan, atau keluarga. Bukan. Ini milik masyarakat Banua Kalsel,” tegas Hasnur, dikutip dari Tribunnews.

Menurut dia, keluarga besar Hasnur hanya meneruskan perjuangan yang sebelumnya dirintis oleh almarhum orangtuanya. “Abah dan Mama mendirikan, kita semua meneruskan,” katanya.

Sejarah di Mahligai Pancasila

Ada pun pemilihan Mahligai Pancasila juga bukan tanpa alasan. Hasnur menyebut tempat tersebut memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan Barito Putera. Pada tahun 2012, Barito Putera pernah menerima trofi juara Liga 2 di tempat tersebut.

Saat itu, trofi diserahkan kepada Gubernur Kalsel Rudy Arifin. Kini, Hasnur berharap sejarah tersebut kembali terulang.

“Kita dulu tahun 2012 pernah menerima juara Liga 2 di Mahligai Pancasila. Pialanya kita serahkan ke Pak Rudy Arifin, Gubernur saat itu. Dan kita ingin mengulang sejarah. Mudah-mudahan bisa kembali ke Liga 1,” ujarnya.

Harapan kembali ke Liga 1 tersebut juga dibawa dalam forum diskusi bersama suporter, pengamat sepak bola, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah yang digelar setelah penandatanganan kontrak.

Menurut Hasnur, forum tersebut menjadi ruang untuk mendengar langsung masukan dari para pendukung yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Barito Putera.

READ  Gubernur Kepri Ansar Ahmad Minta Pemda Dilibatkan dalam Penyusunan Tarif Layanan Rumah Sakit

“Tujuan dari silaturahmi dengan para supporter juga kita ingin bertukar pikiran, berdiskusi, memohon saran dari seluruh pecinta sepak bola, khususnya para supporter sebagai ruh daripada Barito Putera,” katanya.

Skema Bapak Angkat

Salah satu persoalan yang ikut mengemuka adalah kesiapan stadion apabila Barito Putera berhasil kembali ke Liga 1. Selama ini Barito Putera menggunakan Stadion Demang Lehman di Kabupaten Banjar. Namun, sebagian suporter berharap Laskar Antasari dapat kembali bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Hasnur mengatakan persoalan tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut, terutama terkait proses verifikasi stadion.

“Memang selama ini kan Stadion Demang Lehman, tapi harapan dari supporter inginnya Stadion 17 Mei. Apakah akan lolos verifikasi? Ini harus kita lebih dalami lagi lewat diskusi-diskusi berikutnya,” jelasnya.

Selain persoalan stadion, dukungan terhadap pembiayaan klub melalui skema Bapak Angkat juga sempat dibahas.

Hasnur menyebut skema tersebut bukan hal baru bagi Barito Putera. Ia mengingat kembali periode akhir 1990-an hingga awal 2000-an ketika sejumlah perusahaan ikut memberikan dukungan kepada klub melalui konsep tersebut.

“Dulu ada perusahaan-perusahaan yang memberikan kontribusi melalui program Bapak Angkat ini. Jadi satu pemain, satu CSR dari perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan seperti itu bukan hanya membantu klub dari sisi finansial, tetapi juga membuat pemain merasa mendapatkan perhatian dari masyarakat dan dunia usaha. “Pemain juga merasa diperhatikan, tidak hanya oleh manajemen, tapi juga oleh elemen masyarakat,” katanya.

Karena itu, Hasnur berharap dukungan terhadap Barito Putera ke depan tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat Banua. “Sekali kita keluarga Barito Putera, selamanya kita juga bagian dari keluarga Banua Kalimantan Selatan tercinta,” pungkasnya.

READ  Wagub Surya Tegaskan Komitmen Pemprov Sumut Jaga Kerukunan dan Lestarikan HKBP Medan Sudirman

Skuat Barito Putera Saat Juara Tahun 2012

PS Barito Putera menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia 2011–2012 di bawah asuhan pelatih Salahudin setelah di final mengalahkan Persita Tangerang 2-1 di Stadion Manahan, Solo, pada 8 Juli 2012.

Skuat Laskar Antasari saat itu dipimpin oleh kapten Agustiar Batubara dan diperkuat top scorer Sackie Teah Doe dengan 18 gol.

Daftar Pemain Utama

Penjaga Gawang: Husin Mugni, Andriyansyah

Pemain Belakang (Bek): Henry Njobi Elad (Kamerun), Ahmad Zahrul Huda, Sartibi Darwis, Maidiansyah, Dicky Gutama

Pemain Tengah (Gelandang): Agustiar Batubara, Amirul Mukminin, Septariyanto, Satrio Aji Saputra, Guntur Ariadi

Pemain Depan (Penyerang): Sackie Teah Doe (Liberia), Sugeng Wahyudi, Syaifullah Nazar, Nehemia Solossa, Nnengue Bienvenu (Kamerun). []

CATEGORIES
TAGS
Share This