
Anggota Komisi VIII DPR Erwin Aksa Desak Penguatan Stok Logistik Kebencanaan di Gudang Regional Timur Makassar
Anggota Komisi VIII DPR RI, Erwin Aksa, menekankan pentingnya penguatan kapasitas logistik kebencanaan di kawasan Indonesia Timur. Hal tersebut disampaikannya secara langsung saat meninjau Gudang Logistik Regional Timur Direktorat Jenderal Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/6/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Erwin mengapresiasi fasilitas gudang regional yang dinilainya sangat representatif. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait ketersediaan stok bantuan yang dinilai masih minim dan belum sebanding dengan kapasitas tampung gudang yang sangat luas.
“Gudang ini dibangun dengan anggaran yang besar dan fasilitasnya sangat baik. Namun, stok logistik yang tersedia saat ini masih belum sebanding dengan kapasitas gudang yang ada. Karena itu, kami berharap anggaran Kementerian Sosial, khususnya untuk bantuan sosial dan penanggulangan bencana, dapat diperkuat,” ujar Erwin di hadapan media.
Stok Logistik Harus Siaga Tanpa Batas
Erwin menjelaskan bahwa kebutuhan logistik saat terjadi bencana tidak dapat diperkirakan secara matematis di atas kertas. Oleh sebab itu, negara harus selalu memiliki cadangan logistik yang melimpah dan siap sedia agar bisa langsung diterjunkan ke titik bencana tanpa hambatan birokrasi.
Bagi legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III tersebut, kecepatan respons pemerintah dalam hitungan jam pertama pascabencana sangat bergantung pada kesiapan stok di gudang-gudang regional terdekat.
“Bencana datang tanpa bisa diperkirakan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kecepatan respons pemerintah. Karena itu, ketersediaan stok bantuan menjadi sangat penting agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” terangnya lugas.
Apresiasi Satgas Kampung Siaga Bencana
Kendati menyoroti keterbatasan stok fisik, Erwin memberikan apresiasi tinggi terhadap pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang telah menjangkau berbagai desa. Menurutnya, pelibatan aktif dan edukasi masyarakat melalui satgas lokal merupakan pilar pertahanan pertama yang paling efektif dalam penanggulangan bencana di tingkat akar rumput.
“Satgas bencana di pedesaan sangat penting. Selain meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat, keberadaan mereka juga membantu memastikan distribusi bantuan berjalan lebih cepat, profesional, dan akuntabel,” puji politisi Partai Golkar tersebut.
Namun, ia juga memberikan peringatan keras mengenai pentingnya akuntabilitas administrasi. Erwin mewanti-wanti agar distribusi bantuan darurat yang cepat tidak mengabaikan pencatatan laporan keuangan yang rapi, demi menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
“Jangan sampai bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana tidak memiliki pelaporan yang baik. Hal seperti ini bisa menjadi temuan audit dan pada akhirnya menyulitkan pemerintah dalam menjalankan program bantuan di masa mendatang,” tegasnya mengingatkan.
Kawal Sensus Ekonomi 2026 untuk Validasi Bansos
Pada kesempatan yang sama, Erwin Aksa turut menyoroti jalannya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berlangsung secara nasional. Ia meminta agar data hasil sensus ini nantinya dapat disinkronisasikan secara optimal untuk memperbaiki keakuratan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, integrasi data yang presisi adalah kunci utama untuk memutus mata rantai penyaluran bansos yang salah sasaran, sehingga negara benar-benar hadir untuk melindungi kelompok rentan yang membutuhkan.
“Sensus dan pendataan masyarakat harus dilakukan secara maksimal. Jangan sampai ada warga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak terdata. Data yang akurat menjadi kunci agar program bantuan sosial tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Erwin.

