
Anggota Komisi VII DPR Gandung Pardiman Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Pencetak Devisa Cepat
Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman menyatakan dukungan terhadap pengembangan sport tourism melalui ajang Jakarta International Marathon. Event ini terbukti jadi instrumen efektif mendatangkan devisa dan menggerakkan ekonomi lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Event lari skala International ini harus di duplikasi di berbagai daerah Destinasi Wisata tegas, Gandung.
“Kalau mau tambah devisa cepat, jangan cuma andalkan objek pantai dan candi serta alam, tapi mampu mengkolaborasikan destinasi tersebut dengan Event olahraga skala internasional, contoh Jakarta International Marathon, devisanya langsung dirasakan, misalnya 1 pelari Wisman dan Wisnun tentunya mereka akan menyewa hotel, tiket pesawat, makan, dan oleh-oleh, yang berdampak langsung kepada pengusaha dan UMKM ujar Gandung Pardiman, selaku anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar.
Melihat Data yang berdampak Ekonomi, 45.000 peserta pelari yang ikut Jakarta International Marathon tahun ini, terbesar se-Asia Tenggara. Dengan jumlahn Wisman 1.012, Pelari dari luar negeri datang khusus untuk event ini. Mereka, dimana pelari wisman menginap 3-5 hari, belanja, dan wisata ke destinasi Jakarta sekitar lomba, tentunya ini berdampak Multiplier effect, Setiap wisman sport tourism akan berbelanja 2-3x lipat dibanding wisatawan biasa karena bawa tim, keluarga, dan fisioterapis
Ini peluang Indonesia disektor sport tourism. Olahraga + pariwisata. harus jadi prioritas. Jangan cuma sekedar promosi, tapi ada Event berskala Interntional yang menjadi daya tarik Wisman, ungkap, Gandung, Anggota DPR RI Dapil DIY.
Gandung juga akan mendorong Anggaran untuk Promosi Sport Tourism, program sport event harusnga masuk ke “Wonderful Indonesia”. dengan target: 20 event sport tourism internasional per tahun pasti akan berdampak secara menyeluruh dan menggeralkan ekonomi lokal demi menopang ekonomi Nasional. Labuan Bajo Ultra, Borobudur Marathon, Jogja Marathon, Danau Toba Triathlon harus dinaikkan kelasnya jadi kalender world tour, akan menjadi Agenda Tahunan yang dinanti para Wisman dan Wisnun”, tutup Gandung Pardiman.
