230 Juta Warga RI Online, Meutya Hafid Ungkap Alasan Kenapa Anak Muda Paling Sering Jadi Incaran Kejahatan Siber!

230 Juta Warga RI Online, Meutya Hafid Ungkap Alasan Kenapa Anak Muda Paling Sering Jadi Incaran Kejahatan Siber!

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, membeberkan fakta demografis yang menjadi tantangan besar bagi tata kelola ruang siber nasional. Ia mengungkapkan bahwa dari total 230 juta jiwa pengguna internet di Indonesia saat ini, kelompok generasi muda mendominasi dengan porsi mencapai 60 persen.

Dominasi tersebut, menurut Meutya, menjadi atensi khusus pemerintah pusat. Tingginya penetrasi internet di kalangan anak muda ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pemahaman dan kewaspadaan mereka terhadap ekosistem digital.

“Dari 230 juta jiwa yang menggunakan internet, 60 persennya merupakan generasi muda. Literasi digital menjadi sangat penting bagi mereka, karena generasi muda kerap menjadi sasaran pelaku kejahatan akibat dianggap kurang memiliki pemahaman digital yang mumpuni,” ujar Meutya Hafid di Medan, Sumatera Utara, Ahad (14/06/2026).

Ancaman Algoritma Kebencian Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan bahwa lompatan teknologi memang menghadirkan segudang manfaat, mulai dari perluasan akses pendidikan, peluang ekonomi, hingga kemudahan berjejaring. Namun, ruang digital saat ini telah bertransformasi menjadi area yang sarat risiko.

Meutya menyoroti cara kerja algoritma platform digital yang kerap mengeksploitasi atensi pengguna dengan mendorong konten-konten kontroversial. Akibatnya, ruang maya sering dibanjiri oleh konten yang memuat hujatan, kebencian, fitnah, dan hoaks.

“Jika tidak digunakan dengan bijak, internet itu ibarat pisau bermata dua. Banyak manfaatnya, tetapi juga banyak dampak buruknya,” tegas mantan Ketua Komisi I DPR RI tersebut.

Dorong Anak Muda Proaktif Merespons situasi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital terus menggenjot program literasi digital secara masif. Meutya menekankan bahwa pertahanan terbaik dalam menghadapi kejahatan siber bukanlah sekadar regulasi pemblokiran dari pemerintah, melainkan nalar kritis dari para pengguna itu sendiri.

READ  Viral Bukan Masalah, Ini Pesan Khusus Bahlil Lahadalia untuk Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud

Ia mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi yang pasif. Anak muda harus tampil proaktif dalam menolak segala bentuk indikasi kejahatan digital, termasuk berani melaporkan konten maupun akun bermasalah kepada pihak berwenang.

“Pentingnya literasi digital adalah agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi provokatif yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan publik. Mari kita wujudkan ruang digital yang cerdas, aman, dan memberdayakan,” pungkas Meutya Hafid.

CATEGORIES
TAGS
Share This