
Anggota Komisi IX DPR Ranny Fahd Arafiq Desak BPOM Dukung Penuh Substitusi Impor Bahan Baku Obat
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, mengajak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk semakin memperkuat pendampingan terhadap program substitusi impor Bahan Baku Obat (BBO). Langkah kolaboratif ini dipandang sebagai ikhtiar mulia guna mewujudkan kemandirian farmasi nasional yang berkelanjutan demi kemaslahatan masyarakat luas.
Dalam keterangannya, Ranny menyampaikan pentingnya membangun fondasi industri farmasi dalam negeri yang mandiri. Mengingat sebagian besar kebutuhan bahan baku saat ini masih bersumber dari luar negeri, penguatan produksi lokal diharapkan mampu menjaga stabilitas ketersediaan dan keterjangkauan obat-obatan bagi seluruh keluarga di Indonesia.
“Perkembangan dunia hari ini mengingatkan pentingnya kita berdikari di bidang farmasi. Kemandirian dalam memproduksi bahan baku lokal akan menjadi fondasi kokoh agar pengobatan berkualitas tinggi selalu dekat, mudah, dan ramah di kantong rakyat,”
Sebagai mitra kerja di Komisi IX, Ranny berharap BPOM dapat menyelaraskan perannya, tidak hanya pada wilayah pengawasan produk di pasar, tetapi juga menjadi pengayom di lini hulu. Bimbingan teknis regulasi sangat dinantikan oleh para pelaku industri kimia farmasi lokal yang kini tengah bersemangat mengembangkan bahan baku substitusi.
Ranny meyakini bahwa dengan komunikasi yang harmonis, tantangan administrasi dan perizinan di sektor hulu dapat diselaraskan dengan baik. BPOM diharapkan hadir memberikan kemudahan bimbingan serta menyelaraskan proses sertifikasi tanpa mengurangi aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat yang utama.
“Kami memandang BPOM sebagai mitra strategis yang mampu untuk mengakselerasi potensi lokal. Dengan memberikan ruang asistensi yang intensif bagi produsen dalam negeri, kita sedang merancang masa depan kesehatan bangsa yang lebih mandiri dan berdaulat,”
Komisi IX DPR RI berkomitmen penuh mendukung langkah-langkah positif yang dilakukan oleh BPOM dalam mewujudkan kemandirian obat dalam. Ranny optimis, sinergi yang tulus antara BPOM, Kementerian Kesehatan, dan para pelaku industri farmasi akan mampu menghadirkan obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga yang semakin bersahabat bagi seluruh lapisan masyarakat.

