
Fokus Ibu Hamil dan Balita, Menteri Wihaji Kerahkan Tim Pendamping Keluarga Kawal Dapur MBG
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan bahwa perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mutlak harus diselaraskan dengan grand design kebijakan penanganan stunting nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, dalam rangka mendukung langkah pemerintah yang saat ini tengah mengevaluasi dan memperbaiki secara menyeluruh program peningkatan kualitas gizi tersebut.
“Saya berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mendukung peningkatan efektivitas program di masa mendatang. Salah satu rekomendasi utama adalah pentingnya memperhatikan dan mengakomodasi berbagai masukan dari lintas kementerian dan lembaga terkait proses penyusunan maupun implementasi kebijakan penanganan stunting,” ujar Budi Setiyono di Jakarta, Jumat (12/06/2026).
Modal Penting Lintas Kementerian Budi menjelaskan, berbagai kementerian dan lembaga negara saat ini telah memiliki rekam jejak, basis data yang kuat, sumber daya manusia, serta instrumen kebijakan matang dalam penanganan stunting di tingkat daerah. Seluruh aset ini seharusnya menjadi modal krusial bagi Badan Gizi Nasional untuk mengeksekusi program MBG agar lebih tepat sasaran.
Oleh karena itu, setiap rekomendasi yang dilahirkan melalui forum koordinasi lintas sektor wajib menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan di BGN.
“BGN juga perlu memperkuat kerja sama dan koordinasi secara lebih intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga yang memiliki keterkaitan dengan program percepatan penurunan stunting. Penguatan koordinasi tersebut sangat diperlukan untuk memastikan adanya keselarasan kebijakan, integrasi program, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia,” paparnya.
Dengan sinergi yang terbangun rapi, Budi meyakini Program MBG tidak sekadar menjadi ajang bagi-bagi makanan, melainkan mampu memberikan manfaat terukur dan berkontribusi secara nyata terhadap percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.
Menteri Wihaji Kerahkan Tim Pendamping Keluarga Senada dengan hal tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, juga memastikan bahwa instansinya akan pasang badan untuk menyukseskan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini.
Wihaji mengungkapkan, Kemendukbangga terus memperkuat penataan Program MBG yang dikhususkan bagi target 3B: Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.
Untuk memastikan program ini tidak meleset, Wihaji mengerahkan dukungan penuh dari Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini telah aktif mendampingi kelompok sasaran rentan stunting di tingkat desa dan kelurahan di seluruh penjuru Tanah Air.
Integrasi antara kekuatan akar rumput TPK dan logistik gizi dari BGN diharapkan menjadi kombinasi pamungkas untuk melahirkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang cerdas, sehat, dan bebas stunting.

