
Baru Terisi 24 Persen! Mukhtarudin Bongkar Ratusan Ribu Peluang Kerja Bergaji Tinggi di Luar Negeri
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bergerak cepat untuk mengoptimalkan penyerapan ratusan ribu peluang kerja luar negeri yang selama ini belum terisi secara maksimal. Langkah taktis ini diambil guna mengatasi kesenjangan (gap) kompetensi serta mempercepat penempatan tenaga kerja terampil asal Indonesia di kancah global.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskop2MI) per 25 Mei 2026, tercatat ada sekitar 314.000 peluang kerja strategis yang tersebar di 10 negara penempatan dan mencakup ratusan sektor industri. Namun sayangnya, dari total peluang emas yang tersedia tersebut, baru sekitar $24\%$ saja yang berhasil terisi atau dilamar oleh para pencari kerja lokal.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa adanya selisih (gap) sebesar $76\%$ peluang kerja yang masih kosong ini harus disikapi secara progresif. Bagi pemerintah, hal ini merupakan tantangan besar sekaligus peluang emas yang sangat terbuka lebar untuk segera direalisasikan.
“Posisi tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak bangsa kita. Permintaan atau demand tenaga kerja dari luar negeri saat ini sesungguhnya sangatlah tinggi. Namun, peluang itu membutuhkan kompetensi khusus, baik dari segi keahlian teknis (hard skills) maupun penguasaan bahasa asing yang fasih,” ujar Mukhtarudin saat melakukan audiensi strategis bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Jakarta.
Sinergi Lintas Sektoral dengan 12 Kementerian Politisi senior Partai Golkar ini membeberkan bahwa salah satu kendala utama belum optimalnya penyerapan lowongan kerja global tersebut adalah belum sinkronnya pasokan (supply) lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun perguruan tinggi dalam negeri dengan standardisasi kebutuhan pasar kerja internasional.
Guna menjembatani kesenjangan tersebut, Kementerian P2MI di bawah kepemimpinan Mukhtarudin bergerak cepat melakukan langkah koordinasi lintas sektoral dengan menggandeng 12 kementerian/lembaga negara, khususnya kementerian yang memiliki fasilitas vokasi serta balai pelatihan kerja mumpuni di seluruh Indonesia.
Salah satu implementasi konkret dari kerja sama ini adalah pembentukan Migrant Center di lingkungan pendidikan tinggi. Saat ini, sebanyak 12 perguruan tinggi ternama di tanah air telah resmi meresmikan pusat layanan informasi dan edukasi migrasi tersebut, sementara 15 kampus lainnya kini tengah berada dalam proses persiapan intensif.
Sementara untuk jenjang pendidikan menengah seperti SMK dan SMA, kolaborasi dilakukan secara cerdas melalui integrasi materi migrasi aman, penguasaan bahasa asing, serta peningkatan keterampilan global (global skills) sebagai muatan baru dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler, tanpa harus mengubah struktur kurikulum utama yang ada.
Dukungan Penuh dan Sinergi Anggaran Bappenas Langkah progresif dan pembentukan ekosistem perlindungan hulu-hilir yang sedang dikonstruksikan oleh Kementerian P2MI ini mendapatkan apresiasi tinggi serta komitmen dukungan penuh dari Bappenas.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan komitmen lembaganya untuk menyokong penuh ekosistem pertahanan kemanusiaan dan penyerapan tenaga kerja terampil ini agar manfaat besarnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.
“Kami dari Bappenas, dalam rangka kerja sama yang lebih baik lagi, pada prinsipnya pasti akan membantu secara maksimal, baik dari sisi perencanaan strategis maupun dukungan penganggaran nasional. Perencanaan yang baik, jika dieksekusi secara solid, pasti mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan bangsa,” tegas Rachmat Pambudy hangat.
Sinergi yang kokoh antara Kementerian P2MI dan Bappenas ini diyakini akan menjadi roda penggerak baru dalam memangkas angka pengangguran terbuka nasional, menaikkan kelas pekerja Indonesia menjadi tenaga profesional berdaya saing global, sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa yang bermartabat.

