
Dapat Dukungan Penuh Bappenas, Menteri Mukhtarudin Kebut Program ‘SMK Global’ untuk Cetak 80.000 Pekerja Terampil!
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi memperkuat sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Kolaborasi ini difokuskan pada penyelarasan rencana strategis serta penguatan penganggaran demi mewujudkan ekosistem pelindungan hulu-hilir yang kokoh serta pemberdayaan menyeluruh bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat di Jakarta, Menteri P2MI, Mukhtarudin, memaparkan peta jalan (roadmap) penanganan PMI di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah mitigasi risiko di wilayah perbatasan serta pemberantasan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Pelindungan harus berjalan dari hulu ke hilir. Kita tidak boleh menutup mata bahwa deportasi PMI nonprosedural (undocumented) dari Malaysia masih terjadi hampir setiap minggu akibat masalah ketiadaan dokumen hingga kasus kriminalitas,” ujar Mukhtarudin.
Amankan Pintu Perbatasan dan Berdayakan Remitansi Guna memastikan kehadiran negara secara nyata, Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan operasional 23 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta memperkuat fungsi ruang perlindungan (shelter) deportan di titik-titik perbatasan krusial, seperti Nunukan, Batam, dan Pontianak. Fasilitas ini menjadi garda terdepan untuk proses pemulangan, pembinaan, dan pendampingan psikososial.
Di pilar pemberdayaan, program Desa Migran Emas kini telah menjangkau sekitar 669 desa di seluruh penjuru tanah air. Program ini difokuskan pada pemberian edukasi literasi keuangan yang matang bagi pekerja dan keluarganya, agar dana remitansi yang dikirimkan tidak habis untuk konsumsi, melainkan dikonversi menjadi investasi produktif.
“Untuk purnapekerja migran, kami juga bersinergi dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan demi menyediakan pelatihan wirausaha yang berkelanjutan agar mereka mandiri saat kembali ke kampung halaman,” imbuh politisi senior Partai Golkar tersebut.
Program Unggulan ‘SMK Global’ Dalam kesempatan yang sama, Mukhtarudin memaparkan program Quick Win bertajuk SMK Global yang merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Mengusung konsep “latih, kompeten, dan tempatkan”, program ini menyasar lulusan SMK dan masyarakat umum untuk mendapatkan peningkatan keterampilan (upskilling) secara gratis sesuai standar pasar kerja internasional.
“Target awal pada tahun 2026 ini diproyeksikan mampu menjangkau hingga 80.000 peserta. Eksekusinya di lapangan tentu akan terus disesuaikan secara dinamis dengan kesiapan anggaran pemerintah,” jelasnya.
Pujian Setinggi Langit dari Kepala Bappenas Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap grand design yang dipaparkan oleh Mukhtarudin. Ia menilai, program pelindungan hulu-hilir yang disiapkan Kementerian P2MI sangat komprehensif, terstruktur, dan sejalan dengan cita-cita luhur konstitusi negara.
“Apa yang dipaparkan Pak Mukhtarudin ini sangat sejalan dengan Pembukaan UUD 1945. Kita harus ingat bahwa setiap warga negara yang berada di luar negeri adalah duta bangsa Indonesia. Negara memang memiliki duta besar formal, namun setiap PMI adalah representasi wajah pertahanan kemanusiaan Indonesia di mata dunia,” puji Rachmat Pambudy.
Rachmat menegaskan bahwa Bappenas siap memberikan dukungan penuh dari sisi perencanaan strategis dan penganggaran nasional demi menyokong program strategis seperti Migrant Center, integrasi pendidikan vokasi, hingga program SMK Global.
Sinergi yang solid antara Kementerian P2MI dan Bappenas ini diharapkan dapat mentransformasikan pengelolaan tenaga kerja luar negeri Indonesia, menekan angka pengangguran secara terintegrasi, sekaligus melindungi segenap pahlawan devisa secara terhormat dan bermartabat.

