
Kolaborasi ATR/BPN dan Kampus, Nusron Wahid Fokus Tanah Wakaf
PALU – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjalin kerja sama dengan Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di bidang pertanahan.
Kerja sama ini bertujuan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membantu percepatan legalisasi tanah wakaf di masyarakat.
Mahasiswa Didorong Turun Langsung ke Lapangan
Nusron menjelaskan, melalui program KKN Tematik, mahasiswa akan terlibat langsung dalam proses identifikasi dan pengurusan tanah wakaf yang belum memiliki kepastian hukum.
Mereka akan membantu mulai dari pengurusan Akta Ikrar Wakaf hingga proses sertifikasi tanah.
“Mahasiswa kami ajak untuk turun langsung membantu masyarakat menyisir tanah wakaf yang belum tersertifikasi,” ujar Nusron.
Banyak Tanah Wakaf Belum Tercatat
Menurut Nusron, hingga saat ini masih banyak tanah wakaf di Indonesia yang belum tercatat secara resmi. Kondisi ini menjadi tantangan dalam memberikan kepastian hukum atas aset keagamaan tersebut.
Ia meyakini, keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan dapat mempercepat proses pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf.
Kampus Siap Dukung Program
Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk berpartisipasi aktif dalam program ini.
Ia menyebut pelaksanaan KKN Tematik akan dimulai dalam waktu dekat dengan fokus pada identifikasi tanah wakaf, khususnya aset masjid yang belum memiliki sertifikat.
Dukungan untuk Kepastian Hukum Aset Pendidikan
Selain penandatanganan MoU, dalam kesempatan tersebut Nusron juga menyerahkan Sertipikat Hak Pakai kepada pihak kampus.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas aset negara, khususnya di sektor pendidikan, sekaligus mendukung pengembangan institusi ke depan.
Kolaborasi untuk Reforma Agraria
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan kolaborasi ini, pemerintah berharap upaya reforma agraria dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

