
Mudik Gratis Golkar 2026: Ketum Bahlil Lepas Ribuan Pemudik, Kasih Uang Saku hingga Sembako
artai Golkar kembali membuktikan komitmennya hadir di tengah masyarakat dengan menggelar program Mudik Gratis Lebaran 2026. Ribuan peserta diberangkatkan langsung dari Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Selasa (17/3/2026) menggunakan puluhan armada bus eksekutif.
Bentuk Nyata Kehadiran Golkar untuk Rakyat
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang melepas langsung keberangkatan ini menegaskan bahwa mudik gratis bukan sekadar seremoni, melainkan tradisi tahunan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Program ini adalah tradisi yang sudah lama dilakukan Partai Golkar sebagai bentuk kehadiran bersama rakyat dalam memfasilitasi kepulangan ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Semoga seluruh peserta selamat sampai tujuan,” ujar Bahlil di sela-sela prosesi pelepasan.
Fasilitas Lengkap: Dari Transportasi hingga Uang Saku
Berbeda dengan program mudik biasa, Partai Golkar memberikan perhatian ekstra pada kenyamanan peserta. Ketua Pelaksana Mudik Gratis, Ridwan Bae, menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan secara menyeluruh dengan Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Fasilitas yang didapatkan peserta antara lain:
-
Transportasi Bus Layak Jalan: Armada bus dipastikan dalam kondisi prima.
-
Uang Saku: Diberikan kepada peserta, sopir, hingga kondektur untuk bekal di jalan.
-
Paket Sembako: Menjamin kebutuhan konsumsi pemudik hingga sampai di tujuan.
Daftar Kota Tujuan Mudik Gratis Golkar 2026
Tahun ini, puluhan bus tersebut mengantar pemudik ke berbagai titik strategis di Pulau Jawa, meliputi:
-
Jawa Barat: Cirebon dan Indramayu.
-
Jawa Tengah & DIY: Solo, Klaten, Boyolali, Magelang, Yogyakarta, dan Bantul.
-
Jawa Timur: Madiun dan sekitarnya.
Mempererat Nilai Kebersamaan
Bahlil menambahkan bahwa momen mudik sangat penting bagi kader Golkar, mengingat banyak kader yang berasal dari daerah. Melalui program ini, Golkar berharap hubungan emosional antara partai dan masyarakat semakin solid sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkelanjutan.

