
Prabowo Subianto Setujui Dana USD 6 Miliar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Gaspol Bangun Industri Tekstil Indonesia
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Perekonomian bertekad untuk kembali meningkatkan industri tekstil nasional. Karena sektor industri tekstil ini menjadi yang paling terbuka untuk menghadapi perang dagang.
Hal ini telah dibahas dalam pertemuan Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Dalam hal ini pemerintah memang terus mendorong QRIS sebagai game changer, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta memperbaiki iklim dan proses investasi melalui Satgas P2SP tersebut.
“Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga mendorong pentingnya sektor industri tekstil untuk kita pertahankan,” tegas Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pers rilisnya, Senin (12/1/2026).
“Oleh karena itu, Bapak Presiden minta agar dibuat langkah khusus dan kami sudah melakukan studi untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia,” ujar dia.
Disebutkannya, dari hasil studi tersebut Indonesia berpotensi menjadi lima pemain besar tekstil dunia. “Karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan,” ujar dia.
Menko Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan tahap awal pembentukan pendanaan untuk insentif sektor tekstil. “Ini dilakukan guna melengkapi value chain industri tekstil, dengan kebutuhan pendanaan sekitar USD 6 miliar,” tandasnya.
Presiden juga menyetujui rencana untuk me-rebuild BUMN atau Danantara yang secara khusus akan menangani sektor tekstil.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor tekstil dari sekitar USD4 miliar menjadi USD40 miliar dalam 10 tahun ke depan, sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 4 juta orang menjadi 6 juta orang, atau bertambah sekitar 2 juta tenaga kerja di sektor tekstil.
Selain itu, industri elektronik juga menjadi salah satu sektor prioritas yang mendapat perhatian khusus akibat dampak dinamika global.
Pemerintah akan mendorong pengembangan kembali industri semikonduktor. Kemenko Perekonomian telah menjalin komunikasi dengan perusahaan semikonduktor global asal Inggris yang menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra strategis Indonesia.
Sejalan dengan arahan Presiden, Pemerintah juga akan membentuk BUMN khusus di bidang semikonduktor. Pengembangan industri ini akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, mengingat ekosistem semikonduktor berbasis pada kapabilitas SDM.
Industri semikonduktor yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masa depan, terutama bagi sektor otomotif, internet of things (IoT), komputer personal, data center, serta layanan komputasi awan (cloud). Indonesia dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena didukung oleh pasar domestik yang besar dan merupakan negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN.

