
Pastikan Gizi Ibu & Anak, Mendukbangga Wihaji Kawal Makan Bergizi Gratis ke Pelosok 3T!
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengupayakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau 3B mampu menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal tersebut disampaikan Wihaji saat meninjau penyaluran MBG bagi 3B melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, guna memastikan menu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran serta sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.
“Semangatnya ada tiga; pertama, memastikan menu MBG sesuai dengan Perpres kita, tugas kita mendistribusikan MBG 3B, karena kebutuhan asupan gizinya memang berbeda; kedua, menjangkau kelompok sasaran yang selama ini belum terlayani secara optimal, terutama di wilayah 3T,” ujar Wihaji.
Semangat ketiga, lanjut Wihaji, yakni memastikan manfaat MBG 3B benar-benar diterima oleh penerima yang tepat melalui proses pengolahan makanan yang melibatkan warga setempat serta pendampingan ahli gizi puskesmas untuk memastikan asupan gizi sesuai kebutuhan, sekaligus mengatur ketepatan waktu konsumsi.
“Saya juga ingin memastikan siapa yang makan dan jam makannya. Jangan sampai setelah ompreng ditinggal, yang makan justru orang lain,” tuturnya.
Wihaji juga mengemukakan, masih ada wilayah yang belum terjangkau layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga diperlukan pendekatan alternatif dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Ada beberapa warga kita, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang belum bisa ter-cover, terutama di pulau-pulau terluar dan terpencil. Ini yang akan kami diskusikan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk difasilitasi,” ucap Wihaji.
Program Dashat Kemendukbangga/BKKBN sebelumnya telah berpengalaman menyediakan makanan tambahan, termasuk makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bagi bayi usia 6–12 bulan. Inovasi ini bahkan memperoleh penghargaan dari Kemenpan-RB sebagai salah satu inovasi pelayanan publik terbaik tahun 2025. Saat ini, terdapat sekitar 17.690 unit Dashat yang tersebar di seluruh Indonesia. (Sumber)

