Usai Rapat Kilat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Laporkan Hasil Efisiensi Belanja Negara ke Presiden Prabowo

Usai Rapat Kilat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Laporkan Hasil Efisiensi Belanja Negara ke Presiden Prabowo

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar rapat terkait strategi menjalankan efisiensi anggaran belanja negara sekaligus upaya menaikkan penerimaan negara. Rapat digelar di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026) hari ini.

Airlangga menegaskan hasil efisiensi K/L belum akan diumumkan hari ini. Setelah menggelar rapat di kantornya, Airlangga langsung menuju Istana Negara siang ini. Airlangga mengaku akan melaporkan hasil rapat yang digelarnya itu kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Bahas efisiensi dan kenaikan [penerimaan negara di istana],” kata Airlangga ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).

Rapat di Kemenko Perekonomian dihadiri oleh para menteri bidang ekonomi, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Selain itu, hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga Direktur PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah akan menjalankan tiga tahap langkah efisiensi belanja (K/L) di tengah dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian RI. Langkah itu diproyeksikan bakal menghemat anggaran negara sekitar Rp80 triliun.

“Kan sudah dihitung hematnya berapa triliun, udah ada kan sekitar [Rp80 triliun] segitu. Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

Dalam kaitan itu, Purbaya mengamini nilai efisiensi anggaran sebesar Rp80 triliun yang sempat dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi beberapa waktu yang lalu.

Bendahara Negara menjelaskan efisiensi yang dimaksud oleh pemerintah yakni pemotongan sejumlah anggaran K/L yang tidak terlalu penting seperti anggaran kedinasan atau jalan-jalan.

See also  Negara Rugi Triliunan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Ungkap Ratusan Juta Dolar Impor Ilegal Tak Tercatat

“Kalau ada anggaran jalan-jalan, apakah kita bisa potong. Kita bisa lihat yang enggak efisien kan bisa hitung,” ujarnya.

Dia pun menegaskan langkah efisiensi belanja K/L nantinya tidak akan melonggarkan batas defisit anggaran di atas 3%.

“Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3%,” tutur dia.

CATEGORIES
TAGS
Share This