
Menko Airlangga Ungkap Strategi Pariwisata Indonesia Jadi Motor Ekonomi di Tengah Konflik Global.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah meningkatnya konflik global. Hal ini disampaikan dalam webinar nasional bertema “Tourism Under Fire: Dampak Eskalasi Konflik Global terhadap Pariwisata” yang digelar oleh Ikatan Alumni NHI Bandung, Senin (16/3/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah bisa memperluas kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) agar Indonesia tetap kompetitif. Data World Travel and Tourism Council menunjukkan, kebijakan bebas visa sejak 2015 mampu mendorong pertumbuhan wisatawan hingga 15% per tahun dan menciptakan sekitar 400.000 lapangan kerja.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga menyiapkan langkah cepat dengan mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai target wisata.
Airlangga juga menekankan pentingnya memperkuat pasar wisata domestik, terutama saat momentum Lebaran, melalui konsep micro-tourism—yakni wisata jarak dekat dengan pengalaman yang lebih mendalam. Dukungan diberikan melalui diskon transportasi dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mendorong mobilitas wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pembukaan rute internasional baru, memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang aman, serta mengembangkan pasar digital nomad di wilayah seperti Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali.
Menurut Airlangga, pelemahan nilai tukar rupiah justru bisa menjadi peluang karena wisatawan asing mendapat nilai lebih saat berkunjung ke Indonesia. Karena itu, promosi pariwisata perlu menonjolkan Indonesia sebagai destinasi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Ia menegaskan, kolaborasi semua pihak penting untuk menjaga ketahanan sektor pariwisata sekaligus memperkuat fondasi pembangunan pariwisata nasional di tengah dinamika global.

