
Skema WFH ASN & Swasta 2026: Strategi Menko Airlangga Hemat Energi di Tengah Konflik Global
Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan fleksibilitas kerja berupa Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan sedang dalam tahap kajian serius.
Kebijakan ini dirancang untuk menekan konsumsi energi nasional tanpa mengorbankan produktivitas, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Fleksibilitas Kerja: Satu Hari untuk Efisiensi
Menko Airlangga menjelaskan bahwa skema WFH yang diusulkan adalah satu hari dari lima hari kerja. Langkah ini dipandang sebagai solusi adaptif terhadap lonjakan harga energi global yang berdampak pada ekonomi domestik.
“Terkait dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari Golkar2029. Kebijakan ini nantinya tidak hanya berlaku bagi ASN, tetapi juga diimbau untuk diterapkan oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
Efisiensi Terukur di Sektor Pertahanan
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI juga mulai menerapkan langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Namun, Kemhan memberikan jaminan bahwa penghematan ini hanya dilakukan pada sektor non-operasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa kesiapsiagaan pertahanan negara tetap menjadi prioritas utama. “Efisiensi ini merupakan wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis, bukan karena kondisi darurat,” jelasnya.
Beberapa poin efisiensi di sektor pertahanan meliputi:
-
Pengaturan Kendaraan Dinas: Optimalisasi penggunaan transportasi pegawai.
-
Prioritas Alutsista: Penyesuaian penggunaan alat utama sistem senjata berdasarkan indeks prioritas operasi.
-
Fleksibilitas Hari Kerja: Penerapan skema kerja tertentu untuk mendukung penghematan energi di lingkungan kantor pertahanan.
Cadangan Energi Nasional Dipastikan Aman
Meskipun langkah efisiensi mulai diperketat, pemerintah menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini masih berada dalam kondisi aman. Efisiensi ini lebih bersifat preventif untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan ketahanan nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu.
Dukungan terhadap kebijakan ini juga mengalir dari DPR RI, yang menilai langkah antisipatif ini krusial agar APBN tetap sehat di tengah fluktuasi harga komoditas global.

