
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Pastikan Bantuan Gratis Korban Banjir
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, melakukan peninjauan ke lokasi banjir di wilayah Pantura. Selain memastikan kebutuhan dasar korban bencana seperti obat-obatan dan makanan terpenuhi, Reynaldy juga mendorong pembangunan tanggul untuk mencegah banjir terulang di kemudian hari.
“Kita siapkan dulu kebutuhan dasar masyarakat, baik alat kesehatan maupun makanan. Kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Reynaldy di lokasi banjir, Sabtu (24/1/2025), dikutip dari Golkarpedia.
Ia menuturkan, saat ini banjir terjadi di tiga wilayah, yakni Kecamatan Pamanukan tepatnya di belakang Yogya Swalayan, area persawahan di Kecamatan Blanakan, serta wilayah terparah di Kecamatan Ciasem akibat jebolnya tanggul.
“Tidak hanya Ciasem, di Blanakan juga terjadi banjir namun lebih berdampak ke pertanian. Di Pamanukan juga ada banjir di belakang Yogya Swalayan, tapi alhamdulillah tidak terlalu parah. Yang paling parah memang di Kecamatan Ciasem, khususnya di Ciasem Tengah dan Ciasem Hilir,” jelas Bupati.
Reynaldy juga menyampaikan kepada masyarakat terdampak bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) siap membantu pengurusan dokumen penting yang hilang, mulai dari dokumen kependudukan, ijazah, hingga sertifikat tanah.
“Bagi masyarakat terdampak, kami akan membantu mengurus dokumen kependudukan atau ijazah yang hilang. Pak Camat harus segera mendata hal tersebut. Jika ada yang kehilangan ijazah maupun sertifikat tanah, bisa didata dan dikomunikasikan dengan instansi terkait agar masyarakat tetap memiliki dokumen tersebut,” tegasnya.
Selain itu, Reynaldy menegaskan akan mendorong pembangunan tanggul agar bencana banjir tidak kembali terjadi.
“Kalau di sini (perumahan) posisinya berada di cekungan, jadi memang sulit. Namun banjir ini terjadi akibat jebolnya tanggul. Dalam waktu dekat, tanggul harus segera diperbaiki. Pembangunan tanggul sebenarnya bukan tanggung jawab penuh Pemerintah Daerah, tetapi kami akan mendorong pihak pengembang bersama BBWS untuk segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat intensitas hujan saat ini masih tinggi,” ujarnya.
Bencana alam tidak hanya terjadi di Kabupaten Subang. Di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, juga terjadi bencana tanah longsor. Berdasarkan data Kantor SAR Bandung, sebanyak 113 orang terdampak akibat peristiwa longsor tersebut.
Hingga 24 Januari, tercatat 23 orang dinyatakan selamat, sembilan orang ditemukan meninggal dunia, dan sebanyak 81 orang masih dinyatakan hilang.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa hujan sejatinya merupakan berkah bagi kehidupan, terutama bagi para petani. Namun, menurutnya, bencana banjir yang kerap terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh hujan, melainkan akibat kesalahan manusia dalam mengelola lingkungan dan tata ruang.
Ia menyoroti berbagai persoalan klasik yang hingga kini belum ditangani secara serius, mulai dari tanggul yang tidak kokoh sehingga mudah jebol, penyempitan sungai, pendangkalan aliran air, hingga maraknya bangunan liar di bantaran sungai yang belum sepenuhnya dibongkar.
“Jangan salahkan hujannya. Sungainya kita sempitkan, pendangkalan kita biarkan, sampah kita buang sembarangan. Akhirnya air meluap ke rumah warga,” kata Gubernur Jabar. {}

