
Reuters hingga The Times of India Soroti Aksi Menkomdigi Meutya Hafid “Labrak” Kantor Meta di Jakarta
Langkah berani Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta Platforms di Jakarta sukses mencuri perhatian dunia. Sejumlah media internasional menilai tindakan ini sebagai bentuk tekanan diplomatik dan regulasi yang serius terhadap raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.
Aksi sidak ini dipicu oleh maraknya konten judi online, disinformasi, serta rendahnya tingkat kepatuhan Meta terhadap regulasi digital di Indonesia.
Sorotan Media Global: Dari Reuters hingga The Times of India
Kantor berita asal Inggris, Reuters, melaporkan bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peringatan keras kepada Meta. Indonesia menilai pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut gagal menekan penyebaran konten ilegal yang menyesatkan di layanannya.
Senada dengan itu, The Times of India menyoroti data mengkhawatirkan yang diungkap oleh Menkomdigi. Tercatat, tingkat penanganan konten berbahaya oleh Meta berada di level yang sangat rendah. Meta dilaporkan hanya menindak kurang dari 30 persen dari total konten judi online dan misinformasi yang telah dilaporkan oleh pemerintah Indonesia.
Media teknologi Asia Tech in China dan media Malaysia Business Today juga memberikan ulasan serupa. Mereka menilai langkah Meutya Hafid sebagai sinyal kuat bagi perusahaan teknologi global bahwa Indonesia tidak akan berkompromi terhadap pelanggaran regulasi digital nasional.
Kepatuhan di Bawah 30 Persen
Dalam konferensi persnya, Meutya Hafid mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Meta di tanah air. Padahal, Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di dunia dengan lebih dari 230 juta pengguna internet.
“Kepatuhan perusahaan terhadap regulasi Indonesia masih di bawah 30 persen. Ini angka yang sangat rendah. Langkah sidak ini terpaksa kami lakukan setelah berbagai upaya komunikasi, baik formal maupun persuasif, tidak membuahkan hasil yang optimal,” tegas Meutya di Jakarta, Rabu (4/3).
Tuntut Transparansi Algoritma
Selain masalah judi online, Menkomdigi juga menyoroti tingginya angka kejahatan digital seperti scamming dan penipuan yang difasilitasi oleh platform milik Meta.
Dalam pertemuan mendadak tersebut, pemerintah Indonesia menuntut komitmen konkret dari Meta untuk memperkuat sistem moderasi konten mereka. Tak hanya itu, Meutya mendesak Meta untuk membuka transparansi terkait sistem algoritma yang digunakan agar tidak merugikan keamanan digital masyarakat Indonesia.
“Kami meminta keterbukaan algoritma dan penguatan moderasi konten yang dilakukan di tanah air. Ini penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi warga negara kita,” pungkas Meutya. []
