Menteri UMKM Maman Abdurrahman Lepas Ekspor Rotan Sukoharjo ke Spanyol

Menteri UMKM Maman Abdurrahman Lepas Ekspor Rotan Sukoharjo ke Spanyol

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melepas ekspor satu kontainer 40 feet berisi produk furnitur rotan senilai 12.612 dolar AS karya Koperasi Trangsan Manunggal Jaya menuju Spanyol.

Ia juga meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditas Rotan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis.

Maman, dalam keterangan pers kementerian, berharap ekspor rotan dari Sukoharjo dapat dilakukan secara rutin. Ia menekankan bahwa kepastian pasokan, ketepatan waktu pengantaran, serta kualitas produk perlu terus dijaga agar kegiatan ekspor dapat berlangsung berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi sekitar 1,7 juta batang atau setara 15.000 ton rotan pada 2024, menjadikannya pemasok sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia.

Potensi besar ini diperkuat dengan penetapan Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, sebagai lokasi RPB komoditas rotan. Desa tersebut telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan rotan sejak 1920. Saat ini, sekitar 220 kepala keluarga berprofesi sebagai perajin rotan dan menyerap kurang lebih 5.000 tenaga kerja.

Maman menegaskan RPB hadir untuk mendorong UMKM rotan naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, efisiensi proses, penguatan desain dan inovasi, serta perluasan akses pasar.

“Peresmian ini menandai kesiapan RPB untuk mengembangkan bisnis rotan secara lebih terstruktur,” katanya.

RPB Komoditas Rotan yang dikelola Koperasi Trangsan Manunggal Jaya memiliki dua lini produksi, yakni pemrosesan bahan baku rotan menjadi rotan setengah jadi serta produksi furnitur rotan.

Produk yang dihasilkan telah menembus pasar ekspor ke Prancis, Kanada, Spanyol, dan Uni Emirat Arab, serta memenuhi sertifikasi ISO 9001:2015, SNI untuk kursi dan meja sekolah, dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).

Maman juga menyampaikan dukungan pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Padat Karya berupa peralatan produksi, serta pengembangan platform digital asistensi manajemen produksi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peningkatan sistem dan operasi produksi UMKM, serta peningkatan kinerja permesinan dan peralatan RPB.

See also  Dua Pilar Reformasi Tambang ala Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Penertiban Izin & Kelestarian Lingkungan

Ia berharap RPB rotan Sukoharjo dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah.

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyambut baik pendirian RPB komoditas rotan dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung koperasi melalui penyediaan infrastruktur, pelatihan, dan pendampingan.

“Kalau hari ini kita bisa ekspor ke Spanyol, ke depan terbuka peluang menembus pasar Eropa lainnya maupun negara-negara potensial lain. Semoga RPB ini dapat diadaptasi ke klaster usaha lain dan membuktikan bahwa UMKM Sukoharjo mampu naik kelas,” ujarnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This