
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ‘Tak Tidur’ Cari Pasokan Minyak Pengganti Timur Tengah, Pastikan Stok BBM Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tak tidur demi mencari negara-negara pengimpor minyak mentah untuk mengisi pasokan di dalam negeri. Pengalihan impor ini dilakukan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran pascea penutupan panjang Selat Hormuz.
“Atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami tuh enggak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus. Di samping kita puasa, kita gak tidur, badan turun,” ujar Bahlil dalam Podcast Kementerian ESDM, dikutip Kamis, 12 Maret.
Bahlil menjelaskan, negara di Timur Tengah bukan merupakan satu-satunya sumber minyak mentah Indonesia melainkan hanya 20-25 persen. Menurutnya Indonesia juga mengimpor crude dari Amerika Serikat, Amerika Latin dan negara-negara di Afrika.
Bahkan, kata dia, proses peralihan impor dari Timur Tengah telah dilakukan jauh hari sebelum konflik meletus.
“Jadi sekalipun Selat Hormuz ditutup, untuk kita punya 20-25 persen, itu sudah kita alihkan ke negara lain,” sambung Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, meski proses impor crude dari AS memakan waktu distribusi yang lebih lama jika dibandingkan dari Timur Tengah, proses ini perlu dilakukan untuk pasokan minyak dalam negeri.
Lebih lanjut Bahlil juga mengimbau masyarakat agar tidak termakan isu BBM yang akan habis dalam 23 hari ke depan. Menurutnya angka stok BBM yang setara dengan 23 hari bukan berarti persediaan tersebut akan habis dalam waktu 23 hari. Angka itu hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu.
Untuk memperjelas cara kerja pasokan, Bahlil memberi perumpamaan sederhana, stok BBM ibarat toren air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang.
“Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” jelasnya.
Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.
