
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambut Penguatan Kerja Sama China–Indonesia
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia menyambut baik kerja sama yang lebih dalam dengan perusahaan-perusahaan China di sejumlah bidang prioritas yang selaras dengan agenda pembangunan nasional RI, meliputi infrastruktur dan logistik berkualitas tinggi, hilirisasi industri dan manufaktur, energi bersih dan terbarukan, ekonomi digital, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia, pada perayaan ulang tahun CCCI (China Chamber of Commerce in Indonesia) ke-20 di Jakarta pada Jumat (9/1).
Airlangga menyatakan bahwa baik China maupun Indonesia termasuk di antara negara-negara terpadat di dunia dan perekonomian utama. Keduanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil sekitar 5 persen dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan fondasi yang kokoh untuk pembangunan dan potensi pertumbuhan yang sangat besar.
China telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia selama bertahun-tahun, dengan perdagangan bilateral mencapai 135,2 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.801) pada 2024. Kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto yang sukses ke China setelah pelantikannya merupakan peristiwa penting, menegaskan kembali komitmen kuat kedua negara untuk membangun komunitas China-Indonesia dengan masa depan bersama.
“Pemerintah Indonesia akan terus meningkatkan lingkungan investasi melalui reformasi regulasi dan pengembangan infrastruktur, serta menjaga konsistensi kebijakan untuk memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Indonesia kini telah membentuk kelompok kerja khusus untuk mempercepat implementasi proyek-proyek strategis pemerintah dan mempercepat proses investasi,” kata Airlangga.
Pada hari yang sama, CCCI juga merilis tiga laporan, yakni “Laporan Lingkungan Bisnis Indonesia 2024-2025”, “Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan China di Indonesia”, dan “Daftar Kiat untuk Perusahaan China yang Berinvestasi dan Beroperasi di Indonesia”. Laporan-laporan ini menunjukkan integrasi proaktif CCCI dan perusahaan China di Indonesia ke dalam komunitas lokal, serta komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial, yang menyoroti kontribusi positif mereka terhadap pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia, memperdalam perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi, serta mendorong pertukaran antarmasyarakat. Ketiga laporan tersebut juga memberikan referensi berharga dan contoh praktis bagi perusahaan China yang beroperasi dan berkembang di Indonesia.
Dia menekankan bahwa CCCI telah berkembang menjadi salah satu kamar dagang paling berpengaruh di Indonesia, mewakili lebih dari 600 perusahaan yang didanai China yang beroperasi di berbagai sektor strategisdi Indonesia, dan berfungsi sebagai jembatan komunikasi penting antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat kedua negara.
“Saya mendorong CCCI dan para anggotanya untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Saya berharap kerja sama Indonesia-China akan semakin erat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi kemakmuran kedua negara,” kata Airlangga.
Dalam sambutannya, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan bahwa ekonomi China sedang mengalami transformasi menuju pembangunan berkualitas tinggi, yang bercirikan pembangunan hijau, inovasi, dan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi terhadap dunia luar. Selain itu, terdapat potensi besar untuk kerja sama antara China dan Indonesia di bidang-bidang seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komputasi kuantum, manufaktur cerdas, dan teknologi hijau.
Proyek kerja sama Dua Negara, Taman Kembar (Two Countries Twin Parks/TCTP) telah mencapai serangkaian kemajuan baru dan akan semakin mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi kedua belah pihak.
Beberapa hari yang lalu, gelombang pertama durian beku dari Indonesia sudah tiba di Pelabuhan Qinzhou, dan pasar China menyambut lebih banyak produk pertanian Indonesia yang berkualitas tinggi. Sebagai negara berkembang utama, perekonomian penting yang sedang tumbuh, dan anggota kunci dari Global South, signifikansi strategis dan pengaruh global hubungan Indonesia-China semakin menonjol. Kedua belah pihak harus berkolaborasi untuk memperkuat kerja sama, bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan maupun dunia, serta mempertahankan tatanan internasional berdasarkan hukum internasional.
Dalam acara perayaan tersebut,CCCI juga secara resmi menyerahkan dana bantuan bencana senilai lebih dari Rp7,72 miliar yang dikumpulkan oleh perusahaan-perusahaan anggotanya untuk banjir Sumatra kepada Palang Merah Indonesia.
CCCI didirikan pada 2005, dan saat ini terdiri dari 12 cabang industri, tiga cabang regional, dan enam departemen. Misinya adalah untuk melayani perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di Indonesia, melindungi hak dan kepentingan sah mereka, meningkatkan persahabatan tradisional antara rakyat China dan Indonesia, serta memainkan peran penting sebagai jembatan dalam meningkatkan kerja sama dan pertukaran yang ramah antara perusahaan-perusahaan China dan Indonesia. (sumber)

