Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Paparkan Strategi Aksesi OECD dalam Forum Indonesia–Inggris di London

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Paparkan Strategi Aksesi OECD dalam Forum Indonesia–Inggris di London

Dalam rangka memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi global, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri sekaligus menyampaikan keynote speech pada Indonesia Incorporated Roundtable on OECD Accession yang digelar di London.

Forum strategis ini diselenggarakan bersama Pemerintah Inggris, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta KADIN Indonesia, sebagai bagian dari upaya mempercepat proses aksesi Indonesia ke OECD.

“Proses aksesi OECD bukan hanya secara normatif soal status keanggotaan, tetapi instrumen reformasi struktural untuk memastikan perekonomian Indonesia tumbuh lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing global,” tegas Airlangga melalui pernyataan yang disampaikan di akun Instagram resminya, @airlanggahartarto_official.

Dalam diskusi yang berlangsung intensif, Airlangga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan nasional dengan standar dan praktik terbaik OECD, khususnya dalam penguatan tata kelola ekonomi, peningkatan kualitas regulasi, serta penciptaan iklim investasi yang transparan dan kredibel. Menurutnya, standar internasional tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan investor di tengah dinamika global yang kian kompleks.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap reformasi yang dilakukan tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat luas,” ujarnya.

Forum ini juga menjadi wadah strategis untuk memperdalam kemitraan ekonomi Indonesia–Inggris, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Airlangga menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar agenda reformasi tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.

“Sinergi pemerintah dan dunia usaha adalah kekuatan utama Indonesia. Dengan kolaborasi yang solid, agenda aksesi OECD dapat menjadi motor transformasi ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Pembahasan dalam roundtable turut menyoroti sektor-sektor prioritas, mulai dari perdagangan dan investasi, transisi energi, pembangunan berkelanjutan, hingga pembiayaan hijau. Kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, menurut Airlangga, memperkaya dialog mengenai peran strategis Indonesia dalam agenda iklim global dan pengembangan energi bersih yang sejalan dengan kerangka OECD.

See also  Menteri P2MI Mukhtarudin Ungkap Kesenjangan SDM Hambat Penyerapan 350 Ribu Pekerja Migran

“Transisi energi dan pembiayaan hijau bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Indonesia berkomitmen mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan iklim agar pertumbuhan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” tandas Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017-2024 ini.

Melalui kemitraan erat dengan Inggris dan negara-negara anggota OECD, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia terus memperkuat integrasinya dalam tata kelola ekonomi global. Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memastikan kemakmuran yang berkelanjutan.

“Arah kebijakan kita jelas: pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan diakui secara internasional. Aksesi OECD adalah bagian penting dari perjalanan itu,” pungkas Airlangga. (sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This