
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Luncurkan Stimulus Ekonomi I-2026: Diskon Transportasi, Bansos, dan WFA Lebaran
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan secara resmi peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026 Pemerintah Republik Indonesia di Stasiun Gambir, Jakarta. Pengumuman tersebut dilakukan bersama Prasetyo Hadi, Teddy Indra Wijaya, Saifullah Yusuf, Yassierli, Rini Widyantini, serta Dudy Purwagandhi.
Peluncuran paket stimulus ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat selama musim Lebaran sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026.
Dalam keterangannya, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan aktivitas ekonomi masyarakat meningkat tanpa mengabaikan stabilitas fiskal.
“Kami ingin memastikan momen Lebaran tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi. Pemerintah hadir melalui kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam transportasi dan pemenuhan bahan pokok,” ujar Airlangga. Dikutip dari Golkarpedia.
Paket Stimulus Ekonomi I-2026 mencakup sejumlah kebijakan utama, terutama diskon tarif transportasi yang didukung APBN dan dukungan non-APBN dengan total estimasi anggaran Rp911,16 miliar.
Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen akan berlaku pada 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Sementara itu, diskon angkutan laut sebesar 30 persen berlaku pada 11 Maret–5 April 2026 dengan target 445 ribu penumpang.
Untuk angkutan penyeberangan, pemerintah memberikan diskon 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang. Adapun diskon angkutan udara kelas ekonomi domestik sebesar 17–18 persen berlaku pada 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
Airlangga menekankan bahwa kebijakan transportasi ini dirancang agar mobilitas masyarakat saat mudik tetap terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
“Diskon ini bukan semata subsidi perjalanan. Ini adalah stimulus yang berdampak luas, karena setiap mobilitas masyarakat akan mendorong konsumsi, pariwisata, hingga aktivitas UMKM di berbagai daerah,” tegas Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017-2024 ini.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan mengurai kepadatan arus mudik sekaligus menjaga produktivitas aparatur dan pekerja.
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan. Program ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1–4 dengan estimasi anggaran Rp11,92 triliun.
Menurut Airlangga, langkah ini menjadi bagian penting untuk menjaga daya beli kelompok masyarakat rentan.
“Pemerintah memastikan kelompok desil terbawah tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. Dengan bantuan pangan ini, kita menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan estimasi anggaran sekitar Rp13 triliun agar manfaat Paket Stimulus Ekonomi I-2026 dapat dirasakan luas oleh masyarakat pada momen Lebaran 2026.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang terukur dan bersifat sementara, namun berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi.
“Kami optimistis dengan sinergi kebijakan fiskal, perlindungan sosial, dan dukungan mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 dapat terjaga dengan baik. Pemerintah akan terus memantau pelaksanaannya agar tepat sasaran dan efektif,” pungkasnya.

