Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dorong Work From Mall, Strategi Dongkrak Konsumsi dan Gig Economy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Dorong Work From Mall, Strategi Dongkrak Konsumsi dan Gig Economy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendorong sinergi antara kebijakan Work From Anywhere (WFA), termasuk Work From Mall (WFM).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai dinamika global melalui peningkatan konsumsi domestik, penguatan sektor pariwisata, hingga pengembangan ekonomi digital.

Melalui konsep Work From Mall, Pemerintah mendorong pemanfaatan pusat perbelanjaan sebagai ruang kerja alternatif yang mendukung perkembangan ekonomi digital dan gig economy.

“Mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan ekonomi atau bekerja,” ujar Airlangga, Jakarta, dikutip Minggu (28/12/2025).

Airlangga menyampaikan, program ini akan dikembangkan secara bertahap di sejumlah provinsi dengan dukungan pemerintah paerah serta perusahaan teknologi dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia seperti konektivitas internet, sumber daya listrik, dan layanan penunjang lainnya.

“Kita sekarang sedang mendorong kegiatan ekonomi gig dan ini akan disiapkan anggarannya juga oleh Pemda DKI. Kita akan kerja di 15 provinsi dan akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Sehingga kalau yang bergerak di gig ekonomi butuhnya charger laptop, wifi, dan kopi. Nah, itu semuanya ada di mall,” jelasnya.

WFM Berpotensi Suburkan ‘Rohana’ dan ‘Rojali’, Mall Ramai tapi Minim Transaksi

Disisi lain, Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah juga menggagas program Kegiatan Belanja di Indonesia Saja (BINA) untuk meningkatkan perputaran belanja.

Program ini menargetkan nilai transaksi sebesar Rp30 triliun hingga 4 Januari 2025. Secara keseluruhan, Pemerintah menargetkan perputaran belanja masyarakat hingga akhir tahun dapat mencapai lebih dari Rp110 triliun.

Selain mendorong konsumsi domestik, program belanja nasional juga memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam ekosistem ritel modern. Kehadiran UMKM di pusat perbelanjaan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

See also  Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Bentuk Satgas Debottlenecking untuk Atasi Hambatan Dunia Usaha

“Kalau kita lihat, tadi seluruh penjualan di setiap toko ada diskonnya sampai dengan 50 persen, bahkan ada yang tambah 25 persen lagi, plus cashback lagi 10 persen. Jadi, itulah yang didorong, agar terjadi pertumbuhan ekonomi, belanja masyarakat bisa meningkat. Hampir di semua mal itu ramai dan mudah-mudahan acara ini bisa berjalan dengan lancar dan akan mendorong kegiatan ekonomi,” ungkapnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This