Memuliakan Pahlawan Devisa, Menteri Mukhtarudin Tekankan Nilai Kemanusiaan di Kementerian P2MI

Memuliakan Pahlawan Devisa, Menteri Mukhtarudin Tekankan Nilai Kemanusiaan di Kementerian P2MI

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memberikan penekanan penting bahwa tugas melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melampaui tanggung jawab administratif. Dalam peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (9/3/2026), ia menyebut tugas tersebut sebagai amanah kemanusiaan yang selaras dengan nilai-nilai luhur keagamaan.

Mukhtarudin mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan momentum turunnya Al-Qur’an sebagai pengingat dalam memuliakan para pahlawan devisa yang berjuang demi kesejahteraan keluarga.

Al-Qur’an Sebagai Landasan Integritas Kerja

Menurut Mukhtarudin, nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci harus menjadi kompas moral dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa setiap birokrat di Kementerian P2MI wajib mengedepankan integritas dan ketulusan.

“Melindungi pekerja migran bukan sekadar tugas birokrasi. Ini adalah amanah kemanusiaan yang sejalan dengan perintah agama untuk memuliakan setiap insan yang bekerja keras demi keluarganya,” ujar Mukhtarudin dikutip dari Golkarpedia.

Negara Sebagai “Rumah Harapan” bagi Anak Pekerja Migran

Selain fokus pada perlindungan fisik dan hukum bagi PMI di luar negeri, Mukhtarudin juga menyoroti aspek psikologis dan masa depan anak-anak yang ditinggalkan. Peringatan Nuzulul Quran ini dijadikan ruang untuk memberikan penguatan moral bagi mereka.

Poin utama penguatan tersebut meliputi:

  • Kehadiran Negara: Memastikan anak-anak PMI tidak merasa berjuang sendiri.

  • Merawat Mimpi: Memberikan dukungan agar mereka tetap optimis mengejar cita-cita.

  • Perlindungan Sosial: Memposisikan kementerian sebagai rumah yang menjaga harapan masa depan mereka.

“Negara hadir sebagai rumah yang menjaga harapan, menguatkan mimpi, dan merawat masa depan anak-anak pekerja migran,” tegasnya.

Pengabdian yang Bernilai Profesional dan Religius

Menutup sambutannya, Mukhtarudin mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan langkah perlindungan yang diambil memiliki dimensi ibadah. Dengan semangat Al-Qur’an, ia berharap Kementerian P2MI dapat terus hadir memberikan solusi nyata dan perlindungan yang layak bagi seluruh PMI di berbagai penjuru dunia.

See also  Strategi Efisiensi Energi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Dorong Campuran Biodiesel B50 dan Bioetanol E20 pada BBM
CATEGORIES
TAGS
Share This