Misi Besar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Beijing: Dorong UMKM Indonesia Masuk Rantai Pasok Global China

Misi Besar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Beijing: Dorong UMKM Indonesia Masuk Rantai Pasok Global China

BEIJING – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, membawa agenda ambisius dalam kunjungannya ke Tiongkok. Dalam forum “Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026”, Maman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan UMKM Indonesia ke dalam rantai pasok global, khususnya memperkuat kemitraan strategis dengan ekosistem industri di China.

Langkah ini dipandang krusial mengingat China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan total perdagangan bilateral mendekati USD 168 miliar.

Tiga Pilar Transformasi UMKM Nasional

Di hadapan para investor dan pembuat kebijakan di Beijing, Menteri Maman memaparkan tiga fokus utama untuk memodernisasi 65,5 juta unit UMKM di tanah air:

  1. Integrasi Ekosistem Terstruktur: Mendorong UMKM masuk ke dalam jaringan produksi regional melalui penguatan klaster industri agar skala usaha dan efisiensi meningkat secara berkelanjutan.

  2. Investasi dan Transfer Teknologi: Indonesia membuka pintu lebar bagi kerja sama di bidang manufaktur cerdas, teknologi digital, serta mesin produksi guna memperkuat hilirisasi industri UMKM.

  3. Kerja Sama Kelembagaan: Membangun fondasi kolaborasi yang sistematis dan terukur antara lembaga pengembang UMKM di kedua negara.

“UMKM perlu didorong melalui kemitraan strategis. Modernisasi memerlukan dukungan teknologi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas SDM,” ujar Maman, Rabu (1/4/2026).

Diplomasi Santai: “Mari Kita Bahagia Bersama”

Di sela pemaparan teknisnya, Menteri Maman sempat mencairkan suasana dengan gaya bahasa yang hangat. Ia mengajak para pengusaha Tiongkok untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia demi keuntungan dan kebahagiaan bersama.

“Jika Anda ingin bahagia, datanglah ke negara saya. Jika Anda bahagia, negara saya juga harus bahagia. Mari kita bahagia bersama,” ucapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Peluang di Tengah Transformasi Geoekonomi

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menambahkan bahwa dengan populasi 280 juta jiwa dan ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia adalah lahan subur bagi UKM inovatif. Saat ini, China memiliki lebih dari 60 juta UKM dengan 14.600 di antaranya berstatus “raksasa kecil” yang menguasai inovasi teknologi.

See also  Usai Rapat Kilat, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Laporkan Hasil Efisiensi Belanja Negara ke Presiden Prabowo

“Jika kita menjalin hubungan yang sangat baik antara Indonesia, China, dan ASEAN, kita akan memimpin proses transformasi geoekonomi dan geopolitik di kawasan Asia,” tegas Djauhari.

Integrasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan kontribusi UMKM yang saat ini telah menyumbang 61,9 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

CATEGORIES
TAGS
Share This