Lindungi Pelajar di Ruang Digital, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Apresiasi Aturan Baru Komdigi

Lindungi Pelajar di Ruang Digital, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian Apresiasi Aturan Baru Komdigi

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian sangat mendukung penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang substansinya adalah memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Peraturan ini merupakan aturan pelaksana dari kebijakan tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak dan menjadi langkah konkret pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.

Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut adalah penundaan akses akun bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi seperti media sosial jejaring.

Menurut Hetifah, kebijakan Kementerian Komdigi relevan dengan tantangan yang dihadapi anak dan pelajar di era digital saat ini, di tanda berbagai risiko seperti perundungan siber, paparan konten tidak layak, hingga penipuan daring semakin meningkat.

“Ruang digital seharusnya menjadi ruang belajar dan berkembang bagi anak-anak kita, bukan ruang yang membahayakan keselamatan dan kesehatan mental mereka. Karena itu, langkah pemerintah melalui Permen Komdigi ini patut kita dukung sebagai upaya melindungi generasi muda,” tandas Dr Hetifah. Dikutip dari Golkar2029.

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pendidikan, Komisi X DPR RI, imbuhnya, juga memandang perlindungan anak di ruang digital sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan modern.

Srikandi Beringin beberapa periode di Senayan ini menilai pelajar saat ini sangat dekat dengan teknologi dan media sosial, sehingga kebijakan perlindungan harus berjalan seiring dengan penguatan literasi digital.

“Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan regulasi. Kita juga perlu memperkuat literasi digital di sekolah agar pelajar mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Ketum PP KPPG ini menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, serta penyelenggara platform digital sangat diperlukan agar kebijakan ini dapat berjalan efektif.

See also  Safari Ramadhan di Pasuruan, Mukhamad Misbakhun Bicara Ketahanan Pangan hingga Stabilitas Energi Nasional

Wakil Rakyat DPR RI Dapil Kaltim ini berharap kebijakan tersebut dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat bagi anak-anak Indonesia.

“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap anak. Kita ingin teknologi menjadi sarana pembelajaran dan kreativitas bagi pelajar, sekaligus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan digital yang aman,” pungkas Ketum Pengajian Al Hidayah ini.

CATEGORIES
TAGS
Share This