
Impor LPG Tembus 70%, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Masyarakat Bijak Gunakan Elpiji.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan peringatan penting terkait struktur ketahanan energi Indonesia. Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri, di mana 70% kebutuhan LPG nasional dipenuhi melalui impor.
Di tengah dinamika geopolitik yang memanas akibat konflik di kawasan Iran, Bahlil mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi dan menggunakan LPG secara bijaksana.
Stok Nasional Aman: Kargo Australia Segera Masuk
Meskipun tekanan global terhadap rantai pasok energi meningkat, Bahlil memastikan bahwa pasokan LPG di tanah air hingga saat ini masih dalam kategori “Clear” atau aman. Pemerintah telah mengamankan jalur distribusi dan memastikan kapal pengangkut dari negara eksportir tetap berjalan sesuai jadwal (on the track).
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga telah melakukan impor darurat, di mana dua kargo LPG dari Australia dijadwalkan masuk pada minggu ini untuk memperkuat cadangan nasional. “Sampai hari ini kondisinya aman. Kapal-kapal yang kita beli dari beberapa negara masih sesuai jadwal. Jadi, insyaallah aman,” tegas Bahlil, Minggu (29/3/2026).
Instruksi Presiden: Prioritaskan Masyarakat Kecil
Bahlil menekankan bahwa setiap langkah yang diambil Kementerian ESDM selalu berpegang pada arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen untuk bekerja dengan ekstra hati-hati guna memastikan stabilitas harga dan pasokan, terutama bagi kelompok masyarakat kurang mampu yang sangat bergantung pada LPG subsidi.
Beberapa poin strategis pemerintah menghadapi krisis energi global:
-
Efisiensi Konsumsi: Menghimbau masyarakat mampu untuk beralih ke energi non-subsidi atau menggunakan gas secara efisien.
-
Diversifikasi Pemasok: Mengurangi risiko gangguan di Timur Tengah dengan menambah mitra dagang dari kawasan lain seperti Australia.
-
Mitigasi Geopolitik: Melakukan pemantauan harian terhadap pergerakan kapal pengangkut energi di jalur-jalur rawan konflik.
Ikhtiar Bersama Menjaga Kedaulatan Energi
Ketergantungan impor yang tinggi merupakan tantangan besar bagi kedaulatan energi Indonesia. Oleh karena itu, Bahlil menyebut bahwa situasi global saat ini menuntut “ikhtiar bersama” antara pemerintah dan rakyat.
Dengan penggunaan LPG yang lebih bijak, beban subsidi negara dapat lebih terkendali, dan pasokan energi bagi masyarakat kecil dapat terus terjamin di tengah ketidakpastian dunia yang kian sulit diprediksi pada tahun 2026 ini.

