Hetifah dan Tati Noviati Wakili PP KPPG Hadiri Seminar Nasional KPU “Penguatan Peran Perempuan dalam Proses Elektoral”

Hetifah dan Tati Noviati Wakili PP KPPG Hadiri Seminar Nasional KPU “Penguatan Peran Perempuan dalam Proses Elektoral”

Organisasi sayap perempuan Partai Golkar, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), menunjukkan komitmennya memperkuat partisipasi politik perempuan dengan menghadiri seminar nasional yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka peringatan International Women’s Day 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Peran Perempuan dalam Proses Elektoral sebagai Pilar Demokrasi Substantif” ini berlangsung di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga negara, akademisi, hingga perwakilan partai politik, untuk membahas strategi memperkuat keterlibatan perempuan dalam proses demokrasi elektoral di Indonesia.

Dalam forum tersebut, PP KPPG diwakili langsung Ketua Umumnya, Hetifah Sjaifudian, bersama Sekjen PP KPPG, Tati Noviati. Kehadiran kedua pimpinan organisasi perempuan Partai Golkar ini menegaskan komitmen partai beringin ini untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kepemimpinan perempuan di ruang politik.

Ketua Umum PP KPPG, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari proses pemilihan yang berjalan lancar, tapi juga dari sejauh mana seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan, memiliki ruang yang setara dalam proses politik.

“Perempuan tidak hanya menjadi pemilih terbesar dalam pemilu, tapi juga harus menjadi pengambil keputusan. Keterwakilan perempuan yang kuat akan memastikan bahwa kebijakan publik lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara luas,” ujar legislator Partai Golkar asal dapil Kaltim ini.

Menurut Hetifah, kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan dalam sistem politik Indonesia telah memberikan fondasi yang penting. “Namun demikian, tantangan yang dihadapi perempuan dalam politik masih cukup besar, mulai dari hambatan struktural, budaya politik yang belum sepenuhnya inklusif, hingga keterbatasan akses terhadap sumber daya politik,” ungkap Ketua Komisi X DPR RI ini.

See also  Sambangi Sukabumi, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Kenang Perjuangan Penegakan Syariat di Bumi Pertiwi

Karena itu, Hetifah menilai penguatan kapasitas perempuan kader partai, pendidikan politik, serta dukungan kelembagaan dari negara menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan afirmasi benar-benar menghasilkan demokrasi yang lebih substantif.

Sementara itu, Sekjen PP KPPG, Tati Noviati, menekankan bahwa organisasi perempuan di dalam partai politik memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader perempuan yang mampu berkompetisi secara kuat dalam proses elektoral.

“Partai politik pintu utama bagi perempuan untuk masuk ke arena pengambilan keputusan. Karena itu, organisasi seperti KPPG memiliki tanggung jawab besar untuk membangun kepemimpinan perempuan yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kapasitas politik yang kuat,” kata Tati.

Ia juga menambahkan bahwa KPPG secara konsisten melakukan berbagai program penguatan kader perempuan, mulai dari pelatihan kepemimpinan, pendidikan politik, hingga penguatan jaringan politik perempuan di berbagai daerah.

Bagi Tati, momentum peringatan International Women’s Day menjadi pengingat penting bahwa perjuangan kesetaraan dalam politik bukan hanya soal angka keterwakilan, tetapi juga tentang memastikan perempuan memiliki pengaruh nyata dalam proses perumusan kebijakan.

Seminar yang diselenggarakan KPU ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, pentingnya memperkuat demokrasi yang inklusif dan responsif gender. Diskusi panel dalam seminar tersebut membahas berbagai perspektif mengenai partisipasi politik perempuan, mulai dari aspek regulasi, dinamika elektoral, hingga tantangan sosial yang masih dihadapi perempuan dalam dunia politik.

Partisipasi KPPG dalam forum ini mencerminkan komitmen Partai Golkar untuk terus mendorong demokrasi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Melalui penguatan kepemimpinan perempuan, Golkar percaya bahwa kualitas demokrasi Indonesia dapat terus ditingkatkan menuju demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substantif.

Sebagai organisasi perempuan di dalam Partai Golkar, KPPG menegaskan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam politik merupakan bagian penting dari pembangunan demokrasi yang berkelanjutan di Indonesia.

See also  Tragedi Tual! Achmad Annama Desak Transparansi Hukum Kasus Tewasnya Arianto Tawakal
CATEGORIES
TAGS
Share This