
Hari Desa Nasional, Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Desa Migran Emas Putus Migrasi Non-Prosedural
Momentum peringatan Hari Desa Nasional hari ini 15 Januari menjadi pijakan strategis bagi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk memperkokoh peran desa dalam ekosistem migrasi.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menegaskan bahwa desa kini menjadi garda terdepan dalam sistem penyiapan, perlindungan, dan pemberdayaan melalui program unggulan Desa Migran Emas.
Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa sinkronisasi antara kebijakan pusat dan tata kelola di tingkat desa adalah kunci utama untuk memutus rantai migrasi non-prosedural.
Desa Sebagai Benteng Perlindungan
Menteri Mukhtarudin menjelaskan bahwa Desa Migran Emas bukan sekadar label, melainkan standarisasi desa yang mampu memberikan perlindungan hulu-ke-hilir.
“Desa berperan menyediakan informasi valid mengenai peluang kerja luar negeri dan memfasilitasi pelatihan kompetensi dasar bagi calon pekerja kita,” tutur Menteri Mukhtarudin, Kamis 15 Januari 2026.
Selain itu, desa juga menjadi pusat deteksi dini terhadap calo atau sindikat penempatan ilegal yang menyasar masyarakat perdesaan.
Untuk itu, Menteri Mukhtarudin mendorong pemberdayaan berkelanjutan dalam mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif dengan pendampingan pengelolaan remitansi bagi keluarga pekerja migran dan purna pekerja migran.
“Di Hari Desa Nasional ini, kita pertegas bahwa perlindungan Pekerja Migran Indonesia dimulai dari desa. Melalui Desa Migran Emas, desa tidak lagi hanya menjadi penonton, tapi menjadi subjek yang menyiapkan warganya menjadi pekerja profesional dan memastikan keluarga mereka di rumah berdaya secara ekonomi,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kementerian P2MI saat ini tengah mengakselerasi sinkronisasi data dengan pemerintah desa untuk memastikan layanan jaminan sosial dan pemantauan kondisi pekerja migran di luar negeri dapat dilakukan secara real-time.
Menteri Mukhtarudin berharap setiap desa migran dapat memiliki pusat layanan informasi (helpdesk) yang terintegrasi langsung dengan sistem Kementerian P2MI.
Pihaknya ingin menciptakan ekosistem di mana warga desa berangkat dengan aman, bekerja dengan tenang, dan pulang dengan sukses menjadi pengusaha di desanya sendiri.
“Selamat Hari Desa Nasional. Mari bersama Desa Migran Emas, kita wujudkan pekerja migran yang berdaya dan terlindungi dari hulu,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

