Angin Segar dari Selat Hormuz: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Negosiasi Kapal Minyak RI yang Tertahan.

Angin Segar dari Selat Hormuz: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Negosiasi Kapal Minyak RI yang Tertahan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan adanya perkembangan positif terkait krisis energi di Selat Hormuz. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Iran mulai menerapkan kebijakan buka-tutup di jalur pelayaran strategis tersebut, memberikan celah bagi kapal-negara mitra untuk melintas.

Kebijakan ini menjadi peluang besar bagi Indonesia. Menurut Bahlil, kapal-negara yang tidak berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) kini memiliki ruang untuk berkomunikasi dan menegosiasikan pelayaran mereka.

Negosiasi Kapal Minyak RI yang Tertahan

Bahlil mengonfirmasi bahwa saat ini kapal pengangkut minyak milik Indonesia yang sempat tertahan masih dalam proses negosiasi intensif agar bisa segera berlayar kembali menuju tanah air.

“Masih dalam negosiasi sekarang. Karena antreannya panjang, jadi mohon beri kami waktu. Ini adalah perkembangan yang positif bagi komunikasi antarnegara,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta (17/3/2026).

Kondisi Stok BBM, LPG, dan Listrik Nasional

Meski situasi geopolitik Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Bahlil menjamin bahwa ketersediaan energi di dalam negeri masih aman dan terkendali sesuai standar minimal stok nasional.

Berikut adalah ringkasan status energi nasional per Maret 2026:

  • BBM & LPG: Pasokan terkendali, stok LPG baru dijadwalkan masuk pada akhir bulan ini.

  • Listrik: Pasokan batu bara untuk pembangkit PLN berada di level aman, yakni rata-rata 14 hingga 15 hari.

Wacana WFH untuk Efisiensi Energi

Sebagai langkah antisipatif terhadap ketidakpastian global, pemerintah mulai mengkaji berbagai langkah penghematan konsumsi BBM. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemberlakuan kembali kebijakan Work From Home (WFH).

“Semua kemungkinan bisa terjadi, yang penting adalah penghematan BBM. Selain menghemat impor, langkah ini juga bertujuan menekan pengeluaran masyarakat secara umum,” pungkas Bahlil.

See also  Bertemu Menteri Singapura, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Siapkan Kawasan BBK Jadi Pusat Industri Hijau Global
CATEGORIES
TAGS
Share This