
IHSG Gacor Lagi! Airlangga Hartarto Bongkar Rencana Besar Prabowo di Bursa Efek
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian langsung atas dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pandangan beberapa lembaga rating yaitu UBS dan Goldman Sachs.
“Hari ini kami memonitor arahan Bapak Presiden(Prabowo Subianto). Bapak Presiden secara langsung memantau perkembangan pasar modal, yang dipengaruhi oleh regulasi dan keputusan yang diambil oleh MSCI, serta lembaga rating lain seperti UBS dan Goldman Sachs,” kata Airlangga di Wisma Danantara pada Jumat (30/1/2026).
Meski pasar modal sedang tertekan tetapi pemerintah terus memperkuat fundamental perekonomian domestik. Pasalnya fundamental perekonomian menjadi salah satu perhatian dari investor. Pada saat yang sama pemerintah konsisten menjalankan sinergi dengan otoritas moneter. Dengan harapan kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan secara selaras.
“Perlu kami tegaskan bahwa fundamental Indonesia secara ekonomi tetap kokoh dan koordinasi antara fiskal moneter berjalan dengan baik,” tutur Airlangga.
Menurut Airlangga pasca suspensi perdagangan (trading halt) kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada dalam tren pemulihan. Sebagai informasi, IHSG melonjak sebesar 96,95 poin (1,18%) ke level 8.329,15 pada penutupan sesi I, Jumat (30/1/2026). IHSG hari ini bervariasi di rentang 8.167 – 8.408.
“Kami lihat kemarin IHSG sudah rebound dan hari ini masuk di dalam jalur hijau,” terang Airlangga.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal melalui beberapa langkah strategis. Pertama yaitu pemerintah akan melakukan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Demutualisasi BEI adalah perombakan struktur kelembagaan Bursa Efek Indonesia (BEI), dari bursa efek yang hanya dimiliki oleh anggota bursa (struktur mutual), menjadi perseroan yang juga dapat dimiliki oleh pihak luas.
“Demutualisasi bisa langsung dilakukan berproses di tahun (2026) ini. Langkah ini adalah transformasi struktural dimana mengurangi benturan kepentingan di bursa efek antara pengurus bursa dengan anggota bursa dan juga untuk mencegah praktek pasar yang tidak sehat,” kata Airlangga. Dikutip dari
Dia berpendapat dengan adanya demutualisasi bursa maka akan meningkatkan peluang investasi masuknya investasi dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan pihak-pihak lain. Penerapan demutualisasi diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap pasar modal.
“Tahapannya sudah masuk di dalam Undang Undang P2SK(Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan). Langkah demutualisasi ini bisa dilanjutkan dengan bursa go public di tahap berikutnya,” terang Ketua Umum Partai Golkar (2017–2024).
Pemerintah juga konsisten memperkuat tata kelola dan keterbukaan publik. Hal ini tidak terlepas dari langkah pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap investor.
“Pemerintah menjamin perlindungan bagi seluruh investor dengan menjaga tata kelola dan keterbukaan informasi,” pungkas Airlangga. (sumber)

