
Mendukbangga Wihaji Siapkan Program ‘Siap Impact’ Guna Atasi Tantangan Pengangguran Pemuda di Era AI
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tengah menyiapkan gebrakan baru untuk merespons meningkatnya angka pengangguran di kalangan remaja. Program strategis bernama “Siap Impact” kini sedang diuji coba untuk menjadi solusi konkret dalam mempersiapkan angkatan kerja muda menghadapi era disrupsi teknologi dan Akal Imitasi (Artificial Intelligence/AI).
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara khusus untuk membekali mahasiswa tingkat akhir dengan kompetensi dan mentalitas yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
“Ada program yang namanya Siap Impact. Ini masih dalam proses, sedang uji coba. Nanti ada kegiatan yang melibatkan mahasiswa-mahasiswa semester akhir, kemudian ada sesuatu yang mau kita berikan berupa materi, pemahaman, dan pengetahuan yang nanti akan memperkuat, memperdalam, dan secara komprehensif menjadi kekuatan bagi para mahasiswa semester akhir,” ujar Wihaji. Dikutip dari Golkarpedia.
Sinergi Kesiapan SDM Tanpa Tumpang Tindih Kewenangan Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa program Siap Impact difokuskan pada penguatan mentalitas dan kesiapan dasar Sumber Daya Manusia (SDM). Ia memastikan inisiatif ini tidak akan tumpang tindih dengan fungsi kementerian lain.
“Lalu nanti Insya Allah outcome-nya akan ada kerja sama dengan industri tertentu. Ini tidak mengambil kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, lebih kepada penguatan kesiapan SDM kita agar lebih tangguh,” jelasnya memaparkan esensi program.
Jawab Fenomena Penundaan Pernikahan Gen Z Lebih jauh, Wihaji mengaitkan kesiapan ekonomi pemuda dengan dinamika demografi saat ini, khususnya fenomena banyaknya generasi muda yang memilih menunda pernikahan. Menurutnya, keputusan tersebut sangat dipengaruhi oleh kecemasan finansial dan kekhawatiran terkait pola asuh anak di tengah tuntutan profesional.
“Setelah kita lihat, kenapa ada sebagian yang menunda pernikahan? Karena ada ketakutan dan kecemasan. Ekonominya bagaimana, itu yang pertama. Yang kedua, nanti anak saya siapa yang mengasuh? Kalau saya bekerja jangan-jangan nanti saya harus keluar dari pekerjaan,” urai Wihaji menyoroti akar permasalahan.
Untuk menjawab kekhawatiran kedua, Wihaji membeberkan bahwa Kemendukbangga telah menyiapkan program pendukung bernama Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau fasilitas daycare terpadu. Program ini dirancang agar para orang tua muda, khususnya kaum ibu, tetap dapat berkarier produktif tanpa harus mengorbankan kualitas pengasuhan anak mereka.
Sebagai informasi, Siap Impact merupakan turunan dari program Future-Ready Hub dari SAKINA, sebuah program akselerasi talenta digital dan pusat pengembangan diri generasi muda. Program ini dikembangkan secara kolaboratif bersama jaringan perguruan tinggi, dunia industri, serta praktisi SDM terkemuka di Indonesia demi mengoptimalkan bonus demografi yang tengah dinikmati bangsa.

