
Anggota Komisi V DPR Ali Mufthi Wujudkan Aspirasi Warga Ngrayun Ponorogo, Kucurkan DAK Rp7 Miliar untuk Infrastruktur
Penantian panjang belasan tahun masyarakat wilayah selatan Kabupaten Ponorogo, khususnya Kecamatan Ngrayun, untuk menikmati infrastruktur yang layak akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2026 ini, ruas jalan Selur–Wonodadi dipastikan segera diaspal mulus dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp7 miliar.
Capaian strategis ini merupakan realisasi dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikawal dan diperjuangkan langsung melalui jalur aspirasi oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si.
Kepastian menggembirakan tersebut disampaikan Ali Mufthi dalam kegiatan silaturahmi bertajuk “Sambang Dulur, Sambung Roso” yang digelar di Dusun Tanjung, Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jumat (11/06/2026).
“Pancen Ngrayun iki rodok prihatin, nggih? (Memang Ngrayun ini agak prihatin, ya?),” sapa Ali Mufthi yang mengawali sambutannya dan langsung disambut tawa akrab warga yang hadir. Ia menegaskan bahwa Ngrayun memang membutuhkan pendekatan pembangunan yang berkesinambungan.
Sinergi Pusat dan Daerah: ‘Barter Komitmen’ Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini memaparkan bahwa percepatan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pusat dan APBD dari pemerintah kabupaten.
“Iki barter komitmen, Pak. Nek aku iku gowo sekian miliar dari pusat, pemerintah daerah yo kudu ngasi sekian miliar (Ini barter komitmen, Pak. Kalau saya bawa sekian miliar dari pusat, pemerintah daerah ya harus kasih sekian miliar),” tegasnya dengan gaya lugas.
Strategi kolaboratif inilah yang sukses mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo memberikan dukungan tambahan anggaran sehingga proyek di Ngrayun bisa berjalan optimal. Tak hanya perbaikan jalan, Ali Mufthi juga memastikan akan merealisasikan pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan demi mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di pelosok daerah tersebut.
Diselingi Humor Politik Sebagai politisi yang dekat dengan akar rumput, acara silaturahmi ini berlangsung hangat, cair, dan penuh canda tawa. Ali Mufthi bahkan tak ragu menyelipkan humor bernada politik kepada konstituennya terkait dukungan untuk Partai Golkar.
“Seket ewu (50 ribu) suara ning Ngrayun iki, nggih mboten disuwun Golkar sedoyo. Sing penting Golkar ning Ngrayun iku dadi (50 ribu suara di Ngrayun, ya tidak diminta semua. Yang penting Golkar di Ngrayun itu jadi),” guraunya yang memantik gelak tawa.
Ia lantas melanjutkan dengan pesan jenaka, “Terus, ojo nganti 2029 sesuk ‘zonk’ meneh! (Terus, jangan sampai 2029 besok ‘zonk’ lagi!),” imbuhnya diiringi riuh tepuk tangan warga dan tokoh masyarakat setempat.
Pesan Spiritual ‘Kaulan Sadida’ Di pengujung acara, suasana kembali khidmat saat mantan Ketua DPRD Ponorogo ini memberikan wejangan moral kepada masyarakat Ngrayun. Ia mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersamaan, gotong royong, dan membiasakan diri bertutur kata yang baik sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an tentang prinsip Kaulan Sadida.
“Sopo wonge sing iso ngomong sing apik, kuwi oleh kebaikan dunya lan akhirat (Siapa orangnya yang bisa bicara yang baik, itu akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat). Insyaallah, itu akan memperbaiki kehidupan kita,” pungkas Ali Mufthi.
Acara silaturahmi ini turut dihadiri barisan solid Fraksi Golkar, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil IX Hj. Atika Banowati, serta Ketua DPD Golkar Ponorogo sekaligus Anggota DPRD Ponorogo Eko Priyo Utomo. Hadir pula para kepala desa, tokoh agama, ketua RT, serta perwakilan pemuda desa yang antusias menyambut wajah baru infrastruktur Ngrayun.

