
Harga Pertamax Naik, Menko Airlangga Hartarto Siapkan Stimulus Ekonomi untuk Redam Inflasi
Imbas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia akhirnya berdampak pada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Tanah Air. Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bergerak cepat merumuskan paket stimulus ekonomi guna melindungi daya beli masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Airlangga menyusul kebijakan PT Pertamina (Persero) yang resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 per Rabu, 10 Juni 2026.
“Kami lagi siapkan stimulusnya,” tegas Airlangga Hartarto saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/06/2026).
Pantau Dampak Inflasi dan Sektor Transportasi Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2024 ini membeberkan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pemantauan ketat secara real-time terhadap dampak pergerakan harga BBM non-subsidi tersebut, terutama efek rembesannya ke sektor transportasi dan harga bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi.
“Dampak inflasi kan kita lihat dari transportasi dan harga. Nah, kita monitor dulu,” urainya.
Terkait detail skema stimulus yang akan digelontorkan maupun target penerima manfaatnya, Airlangga belum bersedia merinci lebih jauh. Ia menegaskan bahwa draf kebijakan tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu untuk kemudian dilaporkan dan menunggu persetujuan mutlak dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kalau sudah diputus baru dikasih tahu. Laporan ke Presiden dulu,” terang Airlangga.
Rincian Kenaikan Harga BBM Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi perdana pasca-meletusnya perang Israel-Iran pada akhir Februari 2026 lalu.
Khusus untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol di angka Rp16.250 per liter, naik signifikan sebesar Rp3.950 dari harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter. (Untuk Pertashop, harga Pertamax dipatok Rp16.150 per liter).
Sementara itu, Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter, melonjak Rp4.100 dari harga sebelumnya yakni Rp12.900 per liter. Adapun untuk BBM jenis Pertamax Turbo (Rp20.750), Pertamina DEX (Rp24.800), dan Dexlite (Rp23.000) harganya tetap tidak mengalami perubahan sejak penetapan 1 Juni lalu.
BBM Subsidi Dipastikan Aman Di tengah lonjakan harga BBM non-subsidi tersebut, pemerintah tetap konsisten menjaga komitmennya untuk melindungi masyarakat kelas menengah ke bawah. Airlangga memastikan bahwa harga BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dan Solar subsidi tetap ditahan dan tidak mengalami kenaikan sama sekali, yakni masing-masing berada di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Kehadiran wacana stimulus dari Menko Perekonomian ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat dan dunia usaha agar roda perekonomian nasional tetap berputar stabil di tengah guncangan harga energi global.

