
S&P Puji Ketahanan Ekonomi RI, Airlangga Hartarto: Fondasi Kita Solid Hadapi Ketidakpastian Global!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan terjaga meski perekonomian global masih dibayangi berbagai ketidakpastian. Penegasan tersebut disampaikan Airlangga dalam pertemuan tahunan bersama lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memaparkan perkembangan ekonomi nasional sekaligus memperkuat keyakinan dunia internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya tensi geopolitik, perlambatan ekonomi global, dan gangguan rantai pasok yang masih menjadi tantangan banyak negara.
“Dialog bersama Standard & Poor’s menjadi ruang penting untuk menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap memiliki daya tahan yang kuat. Di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda, fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dan mampu menopang pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Airlangga Hartarto melalui akun Instagram resminya, @airlanggahartarto_official.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi nasional ditopang oleh kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan secara terukur, konsumsi domestik yang tetap solid, serta perbaikan sektor eksternal yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Pemerintah juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang tetap terjaga, mulai dari inflasi yang terkendali, pertumbuhan investasi yang bergerak positif, hingga dampak kebijakan hilirisasi yang mulai memperkuat nilai tambah industri nasional.
“Ketahanan ekonomi Indonesia dibangun melalui kebijakan yang konsisten dan terukur. Stabilitas fiskal, inflasi yang terkendali, serta penguatan sektor riil menjadi fondasi penting agar ekonomi nasional tetap tangguh menghadapi berbagai tekanan eksternal,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini tidak hanya berfokus menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang melalui transformasi struktural yang terus dipercepat.
Karena itu, pemerintah mendorong berbagai agenda strategis seperti percepatan hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing industri nasional agar Indonesia memiliki basis pertumbuhan yang lebih kuat dan kompetitif.
“Hilirisasi, penguatan ketahanan energi dan pangan, serta industrialisasi merupakan bagian dari strategi besar transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjaga, tetapi juga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tegas Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2017-2024 ini.
Airlangga menilai komunikasi terbuka dengan lembaga rating internasional memiliki arti penting karena memberi kesempatan bagi pemerintah menjelaskan arah kebijakan ekonomi sekaligus menunjukkan konsistensi reformasi yang sedang berjalan.
Melalui dialog konstruktif tersebut, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi serta melanjutkan agenda pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan fondasi ekonomi yang solid dan reformasi struktural yang terus berjalan, pemerintah optimistis prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang tetap positif. Kepercayaan internasional harus terus dijaga melalui kebijakan yang kredibel dan konsisten,” pungkas Airlangga Hartarto.

