Menko Airlangga Hartarto Temui PM Kazakhstan, Buka Gerbang Pasar Eurasia bagi Produk Indonesia

Menko Airlangga Hartarto Temui PM Kazakhstan, Buka Gerbang Pasar Eurasia bagi Produk Indonesia

Pemerintah Indonesia terus memperluas pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi ke kawasan Eurasia. Salah satu langkahnya dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto lewat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov di Government House Kazakhstan, Astana, Senin (11/5/2026).

Pertemuan itu berlangsung di sela Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 Indonesia–Kazakhstan. Fokus pembahasan meliputi penguatan kerja sama perdagangan, investasi, energi, mineral strategis, hingga ekonomi digital.

Airlangga mengatakan, Kazakhstan punya posisi penting bagi Indonesia sebagai pintu gerbang menuju pasar Eurasia. Apalagi, kerja sama ekonomi Indonesia dengan kawasan Eurasia makin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) pada Desember 2025.

“Indonesia melihat Kazakhstan sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tengah dan Eurasia. Dengan posisi geografis dan konektivitas regional yang dimiliki Kazakhstan, terdapat peluang besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan industrial partnership antara kedua negara,” ujar Airlangga.

Kazakhstan merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tengah. Nilai produk domestik bruto (GDP) negara itu mencapai sekitar 333,7 miliar dolar AS dengan pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2025.

Karena itu, Indonesia melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama di sejumlah sektor prioritas. Mulai dari energi, industri, pertanian, pengolahan makanan, tekstil, ekonomi digital, pendidikan, hingga pariwisata.

Dalam sektor energi, kedua negara membahas peluang kerja sama transisi energi dan pengembangan energi terbarukan. Indonesia juga menegaskan komitmennya mencapai target net zero emission pada 2060.

Selain itu, dibahas pula potensi kerja sama pengembangan panas bumi, hilirisasi industri, hingga ekosistem kendaraan listrik dan baterai. Peluang kerja sama di sektor migas ikut menjadi pembahasan kedua negara.

Di bidang ekonomi digital, Indonesia menargetkan nilai ekonomi digital nasional meningkat dari sekitar 130 miliar dolar AS menjadi 200 miliar dolar AS pada 2030. Kazakhstan dinilai bisa menjadi mitra strategis untuk mendukung target tersebut.

READ  Insentif Rp1 Triliun Disiapkan, Mendukbangga Wihaji Dorong Daerah Capai 30 Indikator

Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov menyambut baik penguatan hubungan ekonomi dengan Indonesia. Menurutnya, masih banyak peluang yang bisa dikembangkan kedua negara.

“Kazakhstan memberikan perhatian besar pada perluasan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Indonesia. Kami meyakini adanya potensi signifikan untuk meningkatkan capaian ini dan kami sangat tertarik memperluas kerja sama investasi,” kata Bektenov.

Selain energi dan digital, kedua negara juga membahas penguatan konektivitas logistik dan transportasi. Kazakhstan dinilai memiliki potensi besar sebagai jalur transit perdagangan menuju kawasan Asia Tengah dan Eurasia.

Turut mendampingi Airlangga dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Mochamad Fadjroel Rachman, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.

CATEGORIES
TAGS
Share This