Menteri P2MI Mukhtarudin dan Kumparan Jalin Kolaborasi Strategis Perkuat Kampanye ‘Migrasi Aman’

Menteri P2MI Mukhtarudin dan Kumparan Jalin Kolaborasi Strategis Perkuat Kampanye ‘Migrasi Aman’

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima kunjungan audiensi dari jajaran pimpinan redaksi media digital Kumparan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (07/05/2026). Pertemuan ini membahas kolaborasi strategis untuk memperkuat citra lembaga serta memperluas kampanye “Migrasi Aman” ke seluruh lapisan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, dan Sekjen KP2MI Komjen Pol Dwiyono. Sementara delegasi Kumparan dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi Ahmad Toriq.

Rebranding dan Penguatan Diksi Menteri Mukhtarudin menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi publik mengenai transformasi kelembagaan. Saat ini, institusi yang sebelumnya berbentuk badan (BP2MI) telah resmi bertransformasi menjadi Kementerian P2MI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Kami sedang melakukan rebranding kelembagaan. Masyarakat perlu paham bahwa pengampu urusan Pekerja Migran adalah Kementerian P2MI, bukan lagi di bawah Kemenaker. Kami kini menjalankan peran sebagai regulator sekaligus operator,” tegas Mukhtarudin.

Selain itu, ia mengimbau media untuk lebih cermat menggunakan istilah. Ia meminta penyebutan “Pekerja Migran Indonesia” digunakan secara utuh demi kehormatan profesi, menggantikan istilah lama yang sering berkonotasi sempit.

Visi Skilled Worker dan Brain Circulation Mukhtarudin ingin menggeser paradigma lama menuju skilled worker. Baginya, pekerja migran adalah SDM unggul yang berkontribusi besar terhadap devisa negara dan membawa pulang keahlian serta jejaring melalui konsep brain circulation.

Dahsyatnya Jangkauan Media Digital Pemimpin Redaksi Kumparan, Ahmad Toriq, menyambut baik kolaborasi ini. Dengan catatan impresi mencapai 1,5 hingga 2 miliar per bulan, Kumparan siap membantu mengampanyekan “Migrasi Aman”, terutama bagi Gen Z dan Milenial melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

“Distribusi berita kami di media sosial sangat dahsyat. Kami siap membantu agar informasi perlindungan ini tersampaikan secara efektif ke generasi muda melalui konten yang relevan dan live streaming yang mampu menarik jutaan penonton,” ujar Ahmad Toriq.

READ  Menkomdigi Meutya Hafid Apresiasi Meta Batasi Akses Medsos untuk Anak di Indonesia

Sinergi antara Kementerian P2MI dan Kumparan ini diharapkan dapat memastikan narasi mengenai perlindungan serta kontribusi Pekerja Migran Indonesia diterima dengan tepat oleh publik, sekaligus mewujudkan penempatan kerja luar negeri yang aman dan bermartabat. (kumparan)

CATEGORIES
TAGS
Share This