
Ribuan Lowongan Luar Negeri Belum Terisi, Ini Kata Menteri P2MI Mukhtarudin
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mencatat masih ada 258.471 lowongan kerja luar negeri yang belum terisi melalui skema penempatan pemerintah ke pemerintah.
Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan, berdasarkan data Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) aktif per 15 April 2026, baru 21,12 persen dari total 327.658 lowongan yang terisi. Ia menilai kondisi ini menunjukkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih terbatas dari sisi kompetensi.
Berdasarkan data dalam sistem SISKOP2MI, sektor dengan kebutuhan tenaga kerja terbesar adalah kesehatan (77.657 lowongan), diikuti sektor domestik (60.947) dan manufaktur (61.866).
Dari sisi negara penempatan, Taiwan menjadi tujuan dengan lowongan terbanyak (152.319), disusul Malaysia (32.829), Hong Kong (20.655), dan Turki (18.541).
Secara keseluruhan, potensi pekerjaan di luar negeri bahkan mencapai 1.238.038 peluang. Namun, tingginya permintaan belum diimbangi kesiapan tenaga kerja dalam negeri.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan keterampilan. Dalam jangka pendek, program “SMK Go Global” ditargetkan mampu menempatkan 80.000 tenaga kerja pada 2026.
Sementara itu, pada 2029 pemerintah menargetkan penempatan total 500.000 pekerja, terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 lulusan umum. Penempatan akan difokuskan pada bidang seperti caregiver, welder, pengemudi truk, dan hospitality, dengan tujuan negara antara lain Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.
Selain itu, KP2MI juga menggandeng perguruan tinggi dan lembaga vokasi untuk memperkuat ekosistem pelatihan tenaga kerja, seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar global.

