
Wamen P2MI Christina Aryani Soroti Persaingan 16 Negara Kirim Pekerja ke Korsel
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menegaskan pentingnya menjaga reputasi bangsa bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 45 CPMI sektor perikanan yang akan berangkat ke Seoul melalui skema penempatan pemerintah (G to G). Dalam kesempatan itu, Christina mengingatkan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam mengisi pasar tenaga kerja di Korea Selatan.
“Terdapat setidaknya 16 negara lain yang juga bersaing mengirimkan pekerja migran ke Korea. Karena itu, kita harus menjaga kepercayaan dari pemberi kerja,” ujarnya. Dikutip dari Golkarpedia.
Ia menekankan bahwa keberhasilan para CPMI hingga tahap keberangkatan bukanlah proses yang mudah. Banyak tahapan seleksi yang harus dilalui, dan tidak semua calon mampu mencapai titik tersebut.
Saat ini, tercatat masih ada sekitar 7.000 CPMI dalam daftar tunggu (roster) yang belum mendapatkan kesempatan berangkat akibat terbatasnya kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan. Bahkan, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia ke negara tersebut juga mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024 jumlah pekerja migran Indonesia ke Korea Selatan mencapai 10.110 orang, namun turun menjadi sekitar 6.860 orang pada 2025. Sementara untuk tahun 2026, jumlahnya diperkirakan hanya berada di kisaran 6.000 orang.
Christina juga mengingatkan agar para pekerja migran tetap menjaga karakter positif yang selama ini melekat pada tenaga kerja Indonesia, seperti sikap ramah, jujur, dan pekerja keras.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan selama bekerja di luar negeri. Pelanggaran seperti kabur dari tempat kerja dapat berdampak serius, tidak hanya bagi individu, tetapi juga terhadap reputasi Indonesia secara keseluruhan.
“Jika melanggar aturan, perlindungan dari pemerintah tidak bisa maksimal, dan ini bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Di sisi lain, Christina menyoroti potensi manfaat ekonomi yang besar bagi pekerja migran. Dalam kurun waktu tiga tahun, pekerja migran di Korea Selatan berpotensi memperoleh penghasilan hingga ratusan juta rupiah.
Karena itu, ia mengimbau para CPMI untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, termasuk dalam mengelola keuangan dengan bijak sebagai bekal masa depan.

