Menko Airlangga: Sekolah Tetap Tatap Muka 5 Hari Sepekan, Tanpa Pembatasan Ekstrakurikuler

Menko Airlangga: Sekolah Tetap Tatap Muka 5 Hari Sepekan, Tanpa Pembatasan Ekstrakurikuler

TOKYO – Pemerintah Indonesia memastikan sektor pendidikan tidak akan terdampak oleh wacana fleksibilitas kerja (Work From Home) yang tengah digodok untuk sektor perkantoran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar (KBM) untuk seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap dilaksanakan secara tatap muka atau luring penuh.

Kebijakan ini merupakan satu dari delapan butir transformasi budaya kerja nasional yang disampaikan Airlangga dalam jumpa pers di sela kunjungan kerjanya di Jepang, Selasa (31/3/2026).

Normalitas KBM dan Dukungan Prestasi Siswa

Airlangga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen mengembalikan normalitas pendidikan secara total. Hal ini mencakup operasional sekolah selama lima hari dalam sepekan di seluruh wilayah Indonesia.

“Sektor pendidikan tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, yaitu luring secara normal di seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah, 5 hari dalam seminggu,” ujar Airlangga.

Selain KBM inti, pemerintah juga memberikan ruang luas bagi pengembangan non-akademik:

  • Ajang Olahraga: Tidak ada pembatasan untuk kompetisi olahraga yang berkaitan dengan prestasi.

  • Ekstrakurikuler: Kegiatan pengembangan bakat dan minat tetap diizinkan berjalan normal.

  • Pengembangan Karakter: Mendukung penuh aktivitas fisik dan sosial peserta didik di lingkungan sekolah.

Pengecualian untuk Pendidikan Tinggi

Berbeda dengan jenjang dasar dan menengah, untuk level Pendidikan Tinggi, pemerintah memberikan fleksibilitas khusus. Airlangga menyebutkan bahwa mahasiswa semester 4 ke atas akan mengikuti aturan yang lebih adaptif.

“Sementara untuk pendidikan tinggi, semester 4 ke atas menyesuaikan dengan Surat Edaran dari Menteri Saintek,” tambahnya. Hal ini mengindikasikan adanya ruang untuk metode hybrid atau riset mandiri bagi mahasiswa tingkat akhir yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia industri dan riset.

Komitmen Jaga Kualitas Generasi Muda

Penegasan ini sekaligus menepis keraguan masyarakat mengenai dampak penghematan energi terhadap sektor pendidikan. Dengan tetap menjalankan sekolah luring, pemerintah ingin memastikan bahwa proses transfer ilmu dan pembentukan karakter tetap berjalan optimal, sembari tetap menjaga stabilitas fiskal dan stok BBM nasional melalui kebijakan di sektor lain.

READ  Strategi Insentif Lebaran 2026: Menko Airlangga Yakin Konsumsi dan Mobilitas Dongkrak PDB

“Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengembalikan normalitas kegiatan pendidikan sekaligus mendukung pengembangan bakat peserta didik melalui berbagai kegiatan di luar pembelajaran inti,” pungkas Airlangga.

CATEGORIES
TAGS
Share This