Ribuan PMI Dikirim ke Bulgaria, Menteri P2MI Mukhtarudin Bicara Peluang

Ribuan PMI Dikirim ke Bulgaria, Menteri P2MI Mukhtarudin Bicara Peluang

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin melepas 1.000 lebih Pekerja Imigran Indonesia (PMI) ke Bulgaria. Acara yang berlangsung di Wantilan Convention Center Prama Sanur Beach, Denpasar, Bali.

Kegiatan pelepasan yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dan tamu undangan lainnya ini dijadwalkan berangkat secara bertahap.

“Pelepasan para pekerja migran di sektor Hospitality akan kita berangkatkan ke Bulgaria. Asa seribu orang yang sudah bertahap akan diberangkatkan,” ujar Mukhtarudin sesuai mengisi acara pelepasan, Kamis (2/4/2026), dikutip dari Detik.

Menurut Mukhtarudin, Bulgaria menjadi salah satu tujuan negara penempatan yang memiliki perlindungan, jaminan sosial, gaji dan negara yang aman dari berbagai konflik. Pertimbangan itulah yang membuat negara memilih Bulgaria sebagai tujuan penempatan bagi pekerja migran asal Indonesia.

Di sisi lain, Bulgaria yang berada di wilayah Eropa Timur, sangat meminati PMI asal Indonesia karena memiliki ketekunan, disiplin, atitutude dan ramah kepada semua orang khususnya dalam sektor hospitality baik formal maupun profesional.

“Tidak sembarang negara kita lakukan penempatan, Bulgaria salah satu negara tujuan penempatan yang sudah kita propelling dan menjadi negara penempatan,” sambungnya.

Dari 1.000 lebih pekerja migran yang di lepas hari ini, Mukhtarudin menyebut kebanyakan pekerja berasal wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Bali. Bahkan ia menyebut di tahun 2027, Bulgaria meminta kembali setidaknya 5 ribu PMI asal Indonesia.

“Jadi besar sekali. Negara-negara Eropa Timur, sekarang ini membuka ruang bagi pekerja kita. Peluang ini, dimanfaatkan karena punya dampak ekonomi bagi bangsa kita,” jelasnya.

Mukhtarudin mengakui, PMI yang dikirim ke Bulgaria menjadi jawaban bagi perputaran ekonomi negara, terutama cadangan devisa negara. “Jadi kontribusi pekerja migran besar terhadap perekonomian nasional,” tegasnya.

See also  Angin Segar dari Selat Hormuz: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Negosiasi Kapal Minyak RI yang Tertahan.

Tingkatkan Skill Pekerja Migran Indonesia

Menteri P2MI, Mukhtarudin mengakui pengiriman PMI ke luar negari diseimbangi dengan skill dan kompetensi yang dimiliki. Ia menyebut, hal ini mempengaruhi peluang pekerja migran Indonesia untuk mengisi pasar-pasar kerja global. Ia meminta, Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain.

“Alhamdulillah, negara Indonesia termasuk negara yang juga mampu bersaing dan di sukai oleh negara-negara yang memberikan pekerjaan,” jelasnya.

“Jadi memang pemerintah tentu akan terus meningkatkan, optimalkan bagaimana penyerapan dan pekerjaan dalam negeri,” sambung Mukhtarudin.

Peluang kerjasama dengan beberapa negara di dunia, dikatakannya harus dimanfaatkan dengan baik. Sehingga kemampuan pekerja migran terlebih dahulu diasah dengan baik, sebelum nantinya kembali ke Indonesia memiliki tambahan pengalaman, kompetensi dan etos kerja yang lebih baik.

“Itu nanti menjadi bekal mereka untuk kembali ke tanah air, ketika mereka sudah kembali ke tanah air untuk mengembangkan diri lagi,” tambahnya.

Menteri P2MI Berikan Himbauan

Mukhtarudin, Menteri P2MI menghimbau agar masyarakat yang mau bekerja harus menggunakan sektor formal dan sesuai prosedur yang benar.

Ia menyebut ada PT GMI sebagai lembaga yang menyiapkan penyaluran, ada lembaga pelatihan, ada pemerintah daerah, kemudian jangan lupa kerjasama kita juga dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“Itu dalam rangka melindungi para pekerja migran kita. Jadi pekerjaan secara prosedural adalah migran yang aman, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” jelasnya.

Ia mengedepankan, agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri tidak tertipu bujuk rayu, sehingga dengan saluran yang tepat, pekerjaan bisa sesuai prosedural, aman dan memiliki info yang lebih baik.

“Jadi bekerja dengan benar, InsyaAllah akan aman. Penghasilan lebih bagus, tentu perlindungannya akan maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Mukhtarudin menyebut tidak hanya Bulgaria yang menjadi tempat tujuan, ada juga Turki, Italia, Jerman, Slovakia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya.

See also  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Indonesia Belum Darurat Energi Meski Timur Tengah Memanas

“Kita juga sudah masuk non Uni Eropa, Inggris juga banyak. Jadi mereka butuh nurse, perawat, butuh caregiver untuk orang tua,” pungkasnya. []

CATEGORIES
TAGS
Share This