Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Indonesia Belum Darurat Energi Meski Timur Tengah Memanas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Indonesia Belum Darurat Energi Meski Timur Tengah Memanas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan Indonesia belum mengalami darurat energi meskipun sejumlah negara di Asia mulai terdampak konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, kondisi pasokan energi nasional masih dalam tahap aman dan terkendali. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan distribusi energi global.

Solar Aman, Indonesia Tidak Lagi Impor

Bahlil menyebut salah satu faktor utama stabilitas energi Indonesia adalah kemandirian dalam pasokan solar. Saat ini, kebutuhan solar dalam negeri sudah tidak lagi bergantung pada impor.

“Kita harus yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita Insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear,” ujar Bahlil saat kunjungan di Karanganyar, Jawa Tengah. Dikutip dari Golkarpedia.

Langkah ini dinilai menjadi keunggulan Indonesia dibanding negara lain yang mulai terdampak krisis energi.

Bensin Masih Impor 50 Persen

Meski demikian, Bahlil mengakui bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan impor pada sektor bahan bakar bensin. Sekitar 50 persen kebutuhan bensin nasional masih dipenuhi dari luar negeri, sementara sisanya berasal dari produksi dalam negeri.

Hal ini menjadi salah satu tantangan yang terus diantisipasi pemerintah di tengah ketidakpastian global.

Dampak Penutupan Selat Hormuz Mulai Diantisipasi

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.

Namun, pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan mengalihkan sumber impor ke negara lain, termasuk Amerika Serikat.

“Sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya mulai membaik,” jelasnya.

Indonesia Lebih Siap Hadapi Krisis Energi

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih aman dibanding sejumlah negara lain di kawasan Asia.

See also  Sinergi Menteri ATR/BPN Nusron Wahid & Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Karpet Merah Lahan untuk Target PLTS 100 GW

Langkah diversifikasi impor serta penguatan produksi dalam negeri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas energi nasional.

CATEGORIES
TAGS
Share This