
Tinggalkan Status ‘Pasar’, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Bawa RI Masuk Rantai Pasok Semikonduktor Dunia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) pengembangan ekosistem semikonduktor tahap pertama senilai USD 4,89 miliar di Washington DC, Rabu (18/02).
Kesepakatan tersebut membuka peluang tambahan investasi hingga USD 26,7 miliar pada fase berikutnya. Kerja sama ini melibatkan Proyek Strategis Nasional yang digarap PT Galang Bumi Industri (GBI) bersama perusahaan Amerika Serikat, Essence Global Group LLC dan Tynergy Technology Corp.
Menko Airlangga menegaskan, JDA ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global.
“Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekosistem semikonduktor menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing.
“Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis,” jelasnya.
Investasi tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja terampil, terutama di bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru. Selain itu, kolaborasi ini mencakup pembangunan infrastruktur manufaktur, pengembangan energi terbarukan dan industri hijau, hingga riset teknologi mutakhir.
Pemerintah menilai kerja sama ini akan mempercepat transfer teknologi dan memperkuat ekosistem inovasi nasional, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia menuju industri berteknologi tinggi dan berkelanjutan.

