Ketua Komisi XII Bambang Patijaya: Pengamanan Blok Rokan Harus Diperketat, Jangan Sampai Gangguan Suplai Terulang

Ketua Komisi XII Bambang Patijaya: Pengamanan Blok Rokan Harus Diperketat, Jangan Sampai Gangguan Suplai Terulang

Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya menyebut pemulihan operasional Blok Rokan usai ledakan pada jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) sudah tertangani oleh kementerian dan instansi terkait.

Bambang mengungkapkan bahwa hal tersebut diketahui usai kunjungan Komisi XII ke Blok Rokan dua minggu lalu.

“Saya melihat Pak Menteri sudah meninjau ke sana dengan SKK Migas, intinya ya harus lebih antisipatif ke depannya, mudah-mudahan tidak terulang lagi seperti ini. Pipa ini harus dijaga,” kata Bambang usai kunjungan kerja di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Kamis, (5/2/26).

Menurutnya, dari hasil kunjungan ke Blok Rokan, adanya kebocoran tersebut menyebabkan suplai gas kepada pembangkit power plan yang menunjang dan mendukung untuk produksi Blok Rokan itu terganggu.

Oleh karena itu, menurutnya, Komisi XII mendorong ke depan, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi dengan melakukan langkah-langkah antisipatif.

“Karena (Blok Rokan) ini merupakan satu proyek strategis nasional, kami berharap tingkat pengawasan dan pengamanan lebih ditingkat sehingga terhindar dari hal seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menyayangkan kejadian tersebut, karena kehilangan potensi 2 juta barel akibat peristiwa ledakan itu merupakan kehilangan yang besar.

“Sekali lagi kami berharap dari sektor pengamanan itu lebih dioptimalkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dari aspek pemeliharaan agar pipa-pipa yang digunakan di Blok Migas itu diketahui kondisinya apakah masih layak atau sudah perlu diganti.

“Tentunya adalah bagaimana aspek pemeliharaan. Jangan-jangan pipanya memang sudah tua tapi tidak dilakukan pemeliharaan,” katanya.

Untuk itu, kata Bambang, segala aspek harus dievaluasi terkait peristiwa tersebut.

“Untuk itu kami mendorong Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Migas untuk mengakses ini semua sehingga kemudian permasalahan seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang,” jelasnya.

See also  Buka Agenda FOSTA FPG DPR RI, Puteri Komarudin Beberkan Strategi Ekonomi Rakyat Tembus 8 Persen!

Gangguan infrastruktur migas yang terjadi di awal tahun 2026 tersebut berdampak pada operasional hulu migas nasional, termasuk Blok Rokan yang menjadi salah satu kontributor utama lifting (volume) minyak nasional.

Diketahui bahwa sebelumnya, Meteri ESDM Bahli Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa insiden kebocoran pipa migas di Sumatera menyebabkan potensi kehilangan produksi sekitar 2 juta barel pada awal tahun.

Sebagai tindak lanjut atas kondisi tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Jumat (23/1).

Kunjungan itu bertujuan untuk memantau secara langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR, sekaligus memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif dalam rangka mengamankan target produksi minyak dan gas bumi nasional. (sumber)

CATEGORIES
TAGS
Share This