
Jangan Khawatir Data Bocor! Meutya Hafid Jamin Biometrik SIM Card Aman di Dukcapil
Penerapan sistem biometrik dari operator seluler (opsel), untuk pendaftaran nomor seluler, rupanya menjadi perhatian publik atas keamanan data. Dalam hal ini Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa pengelolaan data biometrik, tidak berada pada operator seluler.
Meutya menyatakan bahwa operator seluler hanya memberikan pelayanan pada pemindaian wajah, yang dilakukan untuk masing-masing nomor seluler. Dari pemindaian inilah, nantinya Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil), akan meyimpan data tersebut.
“Bagaimana nanti tentang data pribadi ketika biometrik, apakah dipegang oleh operator seluler, jawabannya tidak. Operator seluler tidak diberikan kewenangan untuk menyimpan data biometrik, tapi hanya melakukan cross-checking dengan data di Dukcapil,” kata Waketum Fungsi Elektoral 2 Partai Golkar ini.
Hal tersebut juga dipastikan langsung oleh Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Dian Siswarini. Hal tersebut ditegaskannya sebagai bentuk kehati-hatian operator dalam memastikan keamanan data para pelanggannya.
ATSI menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan hasil pemindaian biometrik masyarakat, yang baru mendaftarkan kartu seluler. Hal ini juga diungkapkannya, untuk menertibkan peredaran nomor-nomor seluler gelap, yang menggunakan data tidak benar.
“Jadi operator melewatkan (meneruskan) saja hanya untuk verifikasi, kemudian data-data tersebut disimpan di database untuk ngecek nomor yang terhubung. Masalah dari sisi keamanan, adanya scam kemudian penggunaan identitas yang tidak seharusnya, nah, dengan adanya biometrik ini kita bisa meminimalisir problem-problem tersebut,” ungkap Dian. (sumber)

